Corona di Bali
Booster Kepala Daerah Tunggu Pusat, IDI Denpasar Sasar 750 Dokter Praktik Pribadi
Dinkes Provinsi Bali menyatakan penyuntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster untuk Kepala Daerah di Bali masih menunggu arahan
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menyatakan penyuntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster untuk Kepala Daerah di Bali masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat.
Hingga saat ini belum ada kepala atau pejabat daerah yang mendapatkan suntikan booster.
"Tidak ada (kepala daerah di Bali yang sudah disuntik booster vaksin Covid-19). Kami menunggu arahan pusat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr.Ketut Suarjaya saat diwawancara belum lama ini.
Suarjaya mengatakan, Dinas Kesehatan Bali memprioritaskan suntikan booster untuk tenaga kesehatan (nakes).
Baca juga: Yabes Tanuri Ungkap Lini Bisnis Bali United Terdampak Selama Pandemi Covid-19
Sampai sekarang prosesnya masih berlanjut.
"Vaksinasi ketiga yang diprioritaskan adalah nakes," tambahnya.
Seperti diberitakan, Kementerian Kesehatan RI menginstruksikan suntikan booster hanya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan.
Ini karena nakes berada di garda terdepan untuk penanganan Covid-19.
Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Kemenkes bernomor HK.02.01/I/1919/2021.
Selain tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19, sejumlah 750 dokter yang membuka praktik mandiri juga menjadi target vaksinasi dosis ketiga dengan menggunakan vaksin Covid-19 jenis Moderna.
Vaksinasi untuk 750 dokter tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Denpasar dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar.
Ketua IDI Denpasar, dr I Ketut Widiyasa mengatakan pihaknya memfasilitasi dokter praktik mandiri untuk mendapatkan vaksinasi booster.
Kata dia kelompok nakes ini cukup sulit untuk mendapat akses vaksinasi tahap ketiga.
"Namun demikian, saat ini syarat yang kami tetapkan cukup ketat supaya tidak terjadi kebocoran. Karena pada proses vaksinasi tahap pertama banyak pihak-pihak yang tidak berkempentingan mengaku sebagai nakes untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19," jelasnya, kemarin.
Ia menjelaskan saat ini syarat pendaftaran telah diperketat dan menargetkan sebanyak 750 dokter praktik mandiri untuk menerima vaksin dosis ketiga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/vaksinasi-dosis-ketiga-untuk-nakes-di-bali-1.jpg)