Berita Bali
PHDI Bali Imbau Masyarakat Tetap Jaga Prokes Saat Banyupinaruh
PHDI Bali dan MDA Bali mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat Banyupinaruh
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saraswati sudah di depan mata, yakni pada Sabtu 28 Agustus 2021 atau pada Saniscara Umanis Watugunung.
Hari suci yang dirayakan setiap enam bulan sekali ini, merupakan peringatan bagi turunnya ilmu pengetahuan ke dunia melalui Weda.
Dan pemujaan kepada dewi ilmu pengetahuan, yaitu Dewi Saraswati.
Ilmu pengetahuan ini, sebagai pencerah umat agar terlepas dari belenggu kebodohan.
Baca juga: BMKG Denpasar Imbau Masyarakat Hati-hati Aktivitas di Pantai Saat Banyupinaruh, Ombak Capai 2 Meter
Sehingga mampu membedakan yang baik dan buruk, serta dapat berjalan di jalan Dharma atau kebenaran.
Ilmu pengetahuan ini kemudian semakin dibersihkan saat Banyupinaruh.
Maksudnya disucikan dan agar tetap mengalir seperti air, dan dipelajari sepanjang masa.
Untuk itulah saat Banyupinaruh, umat Hindu kerap malukat atau membersihkan diri ke area tirta atau sumber mata air baik di pantai, sungai, danau, hingga campuhan.
Namun karena saat ini masih dalam kondisi PPKM, maka imbauan untuk membatasi kegiatan pun tetap berlaku.
Termasuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat Banyupinaruh.
Hal ini diamini Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana.
Kepada Tribun Bali, Jumat 27 Agustus 2021, Guru Besar Ilmu Agama ini, mengimbau kepada umat Hindu.
Agar dalam melaksanakan hari suci Saraswati dan Banyupinaruh hendaknya mengikuti imbauan pemerintah tentang protokol kesehatan.
"Baik itu menjaga jarak, memakai masker, hingga mencuci tangan dan bagian 6M lainnya," imbuh Sudiana.
Baca juga: Pantai di Badung hingga Gianyar Tutup Saat Banyupinaruh, Disarankan di Rumah Masing-masing
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/situasi-hari-banyupinaruh-di-pura-tirta-empul-kecamatan-tampaksiring.jpg)