Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sosok Briptu Dian, Polwan Asal Bali yang Bertugas Bantu Sediakan Air Bersih Masyarakat Afrika Tengah

terpilih menjadi satu-satunya Polwan asal Bali yang bertugas dalam Formed Police Unit (FPU) 2 Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the

Tayang:
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa/Briptu Dian
Briptu Dian Martina Octavia S.Sos MH 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Briptu Dian Martina Octavia S.Sos MH, di usia yang masih tergolong muda, ia sudah mampu menorehkan prestasi luar biasa sebagai anggota Polisi Wanita (Polwan) Kepolisian Daerah Bali.

Tribun Bali berkesempatan melakukan wawancara melalui aplikasi perpesanan dengan Briptu Dian yang saat ini masih berada di Afrika Tengah.

Briptu Dian yang pada 7 Oktober mendatang menginjak usia 28 tahun, terpilih menjadi satu-satunya Polwan asal Bali yang bertugas dalam Formed Police Unit (FPU) 2 Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).

Total ada 16 Polwan dari daerah lain se-Indonesia yang tergabung dalam FPU 2 Minusca.

Baca juga: 5 Anggota Polda Bali Jalani Pembaretan Satgas FPU 3 Minusca & Akan Bertugas dalam Misi PBB di Afrika

Mereka yang terpilih dalam misi PBB, tentu berbekal ilmu pengetahuan, teknik, keterampilan dan wawasan bahasa asing yang wajib dimiliki.

Bagi wanita kelahiran Gianyar, Bali itu bertugas dalam misi PBB ini menjadi prestasi tertinggi yang diraih dalam 7 tahun kiprahnya menjadi Polwan.

"Prestasi tertinggi dapat bergabung dalam Satuan Tugas Bhayangkara FPU 2 Minusca di Bangui, Afrika Tengah," kata Briptu Dian kepada Tribun Bali.

Wanita kelahiran tahun 1993 itu sudah berdinas di Polri Polda Bali selama 7 tahun terakhir.

Menjadi Polwan, ia mengaku terinspirasi dari ibunda yang tak lain juga merupakan pensiunan Polwan.

"Saya menjadi anggota Polri terinspirasi oleh orangtua saya, yang mana ibu saya juga merupakan anggota Polri," ucap dia.

Ketika disinggung pengalaman paling berkesan, bagi Briptu Dian, bertugas di Afrika tengah dan dapat membantu secara langsung masyarakat di sana sangat memberikan kesan berarti.

Tugasnya begitu mulia, tidak hanya menjaga aset United Nations saja sebagai pasukan support, tapi juga aktif membantu masyarakat Bangui Afrika Tengah yang kesulitan akses air bersih.

"Pengalaman paling berkesan yaitu selama mengikuti penugasan di Bangui, Afrika Tengah ini. Karena di sini saya menemukan suatu kondisi yang tidak pernah kami temukan di Indonesia, yang mana masyarakat di sini untuk mencari air bersih saja kesusahan dan saya sangat senang dapat diberikan kesempatan untuk membantu secara langsung masyarakat disini," papar dia.

Briptu Dian membantu mendistribusikan air bersih dari water point yang telah disediakan pihak UN ke titik permukiman warga yang jaraknya mencapai 5 kilometer.

Baca juga: Lima Personel Polda Bali Harumkan Nama Polri Dengan Penghargaan Tertinggi dari PBB di Afrika Tengah

"Yang kami lakukan untuk membantu masyarakat disini, kami rutin melaksanakan pendistribusian air bersih ke beberapa titik pemukiman yang sudah ditentukan," ujarnya

"Air bersih kami peroleh dari water point yang disediakan oleh UN, yang mana air tersebut sudah diolah oleh mekanik water treatment kami," imbuh Briptu Dian

Di dalam tugas misi PBB di Afrika Tengah Briptu Dian menjalankan tugas sebagai pasukan suppport.

"Saya bertugas sebagai pasukan support yaitu security camp, tugasnya menjaga keseluruhan akomodasi sebagai aset UN (United Nations)," ujar dia yang aktif bertugas di Den Gegana Satbrimob Polda Bali itu.

Polwan berzodiak Libra yang pernah mengenyam tugas di Polsek Kawasan Laut Benoa dan Sat Reskrim Polresta Denpasar ini berharap pada momentum Hari Ulang Tahun Polwan ke-73 ini Polwan semakin jaya dan eksis di belantika kepolisian.

"Harapannya Polwan kedepannya semakin baik, semakin jaya, dan semakin terbuka jalan untuk mengembangkan karir serta mengembangkan bakat bakat yang dimilikinya," harap dia.

Lima personel Polda Bali telah bertugas dalam misi penjaga perdamaian di Afrika Tengah mendapatkan medali dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Lima personel terbaik Polda Bali itu bergabung dengan 140 personel Polri lainnya dalam United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA)

Selain Briptu Dian Martina, empat personel Polda Bali lainnya yang bertugas dalam FPU 2 Minusca adalah Iptu I Gusti Agung Eka Yudistira, Bripka Lukman Hakim Briptu Omang Toby anggota Satbrimob Polda Bali dan Briptu Dedek Buana yang sehari-hari bertugas di SDM Polda Bali.

"Atas dedikasi mereka dalam menjaga perdamaian dunia, PBB menganugerahkan medali PBB sebagai penghargaan tertinggi," ujar Briptu Dian

Baca juga: Ini Kisah Anggota Polda Bali Brigadir Hendra, Terpilih Bertugas Sebagai Peacekeepers di Afrika

Belum lama ini, Briptu Dian juga menerima prosesi penyematan medali PBB dilaksanakan bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-76 bertempat di Garuda Camp, M'Poko Bangui, Afrika Tengah, langsung oleh Mankeur Ndiaye yang kini menjabat sebagai representasi senior Sekjen PBB di Minusca (SRSG).

Senior Sekjen PBB itu mengapresiasi kinerja kontingen Indonesia yang selalu menunjukan performa terbaik dalam bertugas.

"Kami merasa bangga bisa mengharumkan nama Polri, khususnya Polda Bali di dunia internasional," ucapnya.

Adapun Republik Central Africa (RCA) merupakan salah satu diantara beberapa daerah misi yang ditangani oleh PBB.

Dilatarbelakangi oleh konflik internal RCA yang berkepanjangan dan memakan korban jiwa dan materiil yang tidak sedikit maka dibentuklah United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA) oleh PBB sebagai misi penjaga perdamaian dan mulai beroperasi tahun 2014.

Polri dibawah bendera PBB, sejak 2019 telah mengirimkan personelnya untuk bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian ke daerah yang terkenal ssbagai salah satu penghasil intan terbaik ini.

Adapun peran Polri yang tergabung dalam Satgas Bhayangkara FPU Minusca ini adalah memberikan dukungan operasi kemanusiaan, pengamanan aktif proses demokrasi dan pemilihan umum presiden dan legislatif, penegakan hukum dan perlindungan Hak Asasi Manusia, serta perlucutan senjata terhadap kelompok-kelompok bersenjata yang kerap mengganggu stabilitas Kamtibmas.

"Selain mengemban misi penjaga perdamaian dunia, pasukan FPU Indonesia juga memperkenalkan seni dan budaya serta kuliner nusantara kepada kontingen dari negara lain maupun masyarakat setempat," papar dia.

Kontingen Indonesia dijadwalkan mengakhiri masa tugas di Afrika Tengah pada bulan September 2021 mendatang.

Mereka akan digantikan oleh pasukan pilihan yang saat ini sedang dilatih untuk mengemban misi yang sama selama satu tahun. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved