Corona di Dunia
Dokter Peringatkan Sistem Kesehatan Bisa Kolaps Saat Australia Mulai Hidup Bersama Covid-19
Asosiasi Medis Australia (AMA) menyebutkan sistem kesehatan terancam terjebak dalam "siklus krisis permanen".
TRIBUN-BALI.COM, SYDNEY - Dokter Australia pada Kamis memperingatkan bahwa rumah sakit di negara itu tidak siap untuk menghadapi pembukaan kembali yang direncanakan pemerintah bahkan dengan tingkat vaksinasi Australia yang lebih tinggi.
Sejumlah negara bagian di Australia siap beralih dari strategi penekanan virus menjadi hidup berdampingan dengan COVID-19.
Asosiasi Medis Australia (AMA) menyebutkan sistem kesehatan terancam terjebak dalam "siklus krisis permanen".
Mereka menyerukan permodelan baru untuk menguji apakah staf rumah sakit mampu menahan jumlah kasus yang diprediksi akan melonjak saat aturan penguncian dilonggarkan.
Baca juga: Kasus Harian Covid-19 di Australia Catat Rekor Baru, RS di Sydney Tertekan
Baca juga: 186 WN Australia Serentak Tinggalkan Bali, Pakai Pesawat Carter Sambil Bawa Bantuan untuk Indonesia
"Jika Anda telah membuka diri dan tidak melihat sistem keselamatan atau rakit penolong yang kita miliki, maka kemungkinan akhirnya kita berusaha mendorong lebih banyak orang ke rakit penolong dan membalikkan mereka," kata Wakil Presiden AMA Chris Moy kepada penyiar ABC.
Australia pada Juli 2021 mengungkap rencana tahap empat untuk kembali menuju kehidupan yang lebih bebas ketika negara itu mencapai 70-80 persen tingkat vaksinasi dan mendesak negara bagian untuk fokus membatasi jumlah kematian dan rawat inap dari strategi nol Covid-19 saat ini.
Australia Barat dan Queensland yang bebas virus mengatakan mereka mungkin tidak berpegang pada rencana pembukaan kembali pemerintah sebab kesepakatan itu dibuat ketika kasus di New South Wales (NSW) jauh lebih rendah.
Infeksi baru mendekati angka rekor lebih dari 1.000 kasus sehari selama lima hari terakhir.
Pada Rabu 1 September 2021, lonjakan kasus memaksa Victoria bergabung dengan NSW untuk meninggalkan target nol kasus Covid-19.
Kedua negara bagian kini melihat vaksinasi sebagai jalan menuju kebebasan setelah gagal mengatasi wabah varian Delta, bahkan setelah penguncian digelar sepekan.
Kasus baru di Victoria pada Kamis 2 September 2021 naik menjadi 176 dari 120 kasus pada hari sebelumnya.
Australia, yang sempat bebas virus corona selama pandemi, hanya mencatat total 1.012 kematian dan 55.000 lebih kasus.
Namun pelaksanaan vaksinasi yang lambat membuat negara itu rentan terhadap lebih banyak kasus infeksi dan rawat inap.
Sejauh ini baru sekitar 36 persen orang di atas usia 16 tahun di Australia yang telah menerima vaksin lengkap, jauh di bawah negara-negara maju lainnya.
Amerika Latin Awasi varian Mu
Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) sedang mengawasi evolusi Covid-19 varian Mu di Amerika Latin yang ditemukan di Kolombia dan ditandai sebagai "varian yang menjadi perhatian" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 30 Agustus 2021.
"Berkat strategi pengawasan yang dilakukan oleh Lembaga Kesehatan Nasional Kolombia, varian yang disebut B1621 ini, yang beredar di Kolombia dan negara lainnya, terdeteksi pada Januari," kata penasihat PAHO Jairo Mendez Rico saat konferensi pers virtual, Rabu 1 September 2021.
Menurut Mendez, varian baru tersebut tidak menimbulkan ancaman atau risiko tertentu sebab transmisi masyarakat di kawasan tersebut masih relatif tidak menentu.
Kasus varian Mu tercatat di Kosta Rika dan Ekuador, namun tidak memberikan dampak besar dalam hal tingkat keparahan, kematian atau lonjakan penularan, kata Mendez.
Melalui buletin mingguannya WHO mengatakan varian Mu ditemukan di 39 negara, namun secara global jumlahnya menurun dengan prevalensi kurang dari 0,1 persen kasus.
Akan tetapi Mendez mencatatkan bahwa varian itu menyumbang 39 persen kasus di Kolombia dan 13 persen kasus di Ekuador serta memperlihatkan peningkatan yang stabil.
Menandai "varian yang menjadi perhatian" memerlukan pemantauan yang sangat teliti, pencarian bukti tambahan dan perhatian untuk setiap perubahan dalam tindakan epidemiologis atau uji klinisnya," jelas Mendez.
Akses terhadap vaksin
Sementara itu, tiga perempat orang di kawasan Amerika Latin dan Karibia belum sepenuhnya diimunisasi terhadap CovidD-19, berbeda dengan di Amerika Serikat dan Kanada di mana mayoritas warga telah divaksin.
Direktur PAHO Carissa Etienne menekankan ketidaksetaraan dalam akses untuk mendapatkan vaksin di kawasan Amerika Latin yang telah dilanda pandemi secara tidak proporsional, dengan korban jiwa akibat Covid-19 hampir sepertiga dari jumlah kematian di dunia.
"Kami membutuhkan lebih banyak sumbangan vaksin," kata Etienne dalam sebuah pengarahan dari Washington.
Dia mengimbau negara-negara di seluruh dunia dengan dosis vaksin berlebih untuk segera membagikannya dengan kawasan itu untuk menyelamatkan nyawa.
Sementara kekurangan vaksin terjadi di sebagian besar negara, lebih dari setengah populasi Amerika Serikat dan lebih dari 60 persen penduduk Kanada, Chile, dan Uruguay telah divaksin sepenuhnya.
Wilayah Amerika Latin membutuhkan tambahan 540 juta dosis vaksin Covid untuk memastikan bahwa setiap negara dapat mencakup setidaknya 60 persen dari populasinya, kata Etienne.
"Cara terbaik untuk melindungi diri dari varian-varian virus corona yang mengkhawatirkan, seperti varian Delta, adalah memastikan lebih banyak orang di mana-mana divaksin sepenuhnya," ujar Etienne menekankan.
PAHO melaporkan, infeksi Covid-19 melonjak lagi di Amerika Utara dan tingkat rawat inap di kalangan anak muda dan orang dewasa di bawah usia 50 tahun lebih tinggi pada hari-hari ini daripada sebelumnya selama pandemi.
Wabah Covid-19 semakin cepat menyebar di beberapa negara Amerika Tengah, terutama Kosta Rika dan Belize, menurut PAHO.
Di kawasan Karibia, Jamaika mencatat angka kematian tertinggi yang pernah ada ketika seluruh rumah sakit di negara itu mencapai kapasitas penuh.
Di Amerika Selatan, angka kasus infeksi corona menurun, kecuali di Venezuela, di mana tingkat kasusnya stabil. Sementara di Suriname penularan virus corona meningkat selama empat minggu berturut-turut. (antara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/vaksinasi-di-australia.jpg)