Koster Bangga, Sebut Shortcut Singaraja-Mengwitani Baru Bisa Terwujud di Era Kepemimpinannya

Tak hanya itu, proyek ini juga disebutnya sebagai implementasi janjinya saat Pilgub yang akhirnya terealisasi. 

Tribun Bali/Ragil Armando
Groundbreaking atau peletakan batu pertama penanda dimulainya pembangunan shortcut Shortcut Singaraja-Mengwitani titik 7A, 7B, 7C, dan 8, di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis 2 September 2021 pagi. 

TRIBUN-BALI.COM – Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani merupakan impian warga Bali khususnya Buleleng selama ini. 

Hal itu dikatakan oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam sambutannya pada groundbreaking atau peletakan batu pertama penanda dimulainya pembangunan shortcut titik 7A, 7B, 7C, dan 8, di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis 2 September 2021 pagi.

Tak hanya itu, proyek ini juga disebutnya sebagai implementasi janjinya saat Pilgub yang akhirnya terealisasi. 

Kelanjutan proyek ini sebagai bagian pelaksanaan program pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi sebagai implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru”.

Baca juga: Megaproyek Shortcut Singaraja-Mengwitani Akhirnya Segera Dilanjutkan Lagi

Ia juga mengakui jika pembangunan tersebut juga sebagai implementasi janji politiknya kepada masyarakat Buleleng pada saat kampanye Pilgub 2018 lalu.

Bahkan, Koster menyebut bahwa dirinya adalah pemimpin Bali satu-satunya yang berhasil mewujudkan impian masyarakat Buleleng tersebut.

“Astungkara, baru bisa terwujud di era kepemimpinan saya. Dari dulu hanya menjadi wacana dan komoditi politik saat kampanye setiap Pilkada, sekarang sudah menjadi kenyataan."

Koster juga berharap dengan adanya proyek ini mampu memberikan manfaat kepada masyarakat Bali, utamanya masyarakat Buleleng dalam menggerakkan perekonomian berbasis rakyat, khususnya di masa pandemi.

"Tentu infrastruktur ini akan sangat bermanfaat bagi Krama Bali, khususnya bagi Krama Buleleng, memperlancar transportasi dalam menggerakkan perekonomian di wilayah sekitarnya,” kata Koster dalam sambutannya.

Pembangunan Rest Area Berisi Patung Ki Barak Panji Sakti atau I Gusti Anglurah Panji Sakti

Selain membangun shortcut Singaraja-Mengwitani di titik 7A, 7B, 7C, dan 8, pemerintah provinsi Bali juga bakal membangun rest area di kawasan tersebut.

Bahkan, pada rest area tersebut menariknya akan diisi taman berisi Patung Ki Barak Panji Sakti atau I Gusti Anglurah Panji Sakti di wilayah shortcut titik 5-6.

Luas area taman dan parkir 2,158 M2 dan luas bangunan 180,3 M2 dengan perkiraan biaya mencapai Rp. 4.171.904.431,67.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari wujud penghormatan kepada pendiri cikal bakal Kerajaan Buleleng tahun 1660 itu.

“Berdirinya patung ini untuk mengingatkan masyarakat Buleleng khususnya generasi muda agar selalu menghormati sejarah dan memuliakan peran kesejarahan Ki Barak Panji Sakti. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (Jas Merah), kata Yang Mulia Bapak Bung Karno, Presiden pertama Kita,” katanya. 

Nantinya, pada taman tersebut akan berfungsi sebagai tempat beristirahat bagi masyarakat yang ingin bersantai dan beristirahat menikmati sejuknya udara di wilayah ini sambil menikmati keindahan jalan shortcut Singaraja-Mengwitani.

“Taman ini akan berfungsi sebagai anjung pandang (rest area), bagi masyarakat yang ingin bersantai dan beristirahat menikmati sejuknya udara di wilayah ini sambil menikmati keindahan jalan shortcut Singaraja-Mengwitani,” paparnya.

Selain itu, dengan adanya jalan baru shortcut Singaraja-Mengwitani akan menyeimbangkan pembangunan perekonomian antara wilayah Bali utara dengan wilayah Bali selatan

“Tentu infrastruktur ini akan sangat bermanfaat bagi Krama Bali, khususnya bagi Krama Buleleng, memperlancar transportasi dan muncul pusat-pusat perekonomian baru yang menggerakkan perekonomian berbasis rakyat di wilayah sekitarnya. Selain itu, pembangunan jalan baru shortcut Singaraja-Mengwitani akan menyeimbangkan pembangunan perekonomian antara wilayah Bali utara dengan wilayah Bali selatan,” paparnya.

Seperti diketahui, megaproyek shortcut Singaraja-Mengwitani ini direncanakan akan dibangun sebanyak 10 titik.

Shortcut titik 1–2 direncanakan berada di daerah Kecamatan Mengwitani, dan shortcut titik 3–4 berada di wilayah Kabupaten Tabanan, dimulai dari Desa/Kecamatan Baturiti sampai Danau Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti.

Sedangkan shortcut titik 5–6, shortcut titik 7–8, dan shortcut titik 9–10 berada di wilayah Kabupaten Buleleng, mulai dari kawasan Desa Wanagiri (Kecamatan Sukasada) hingga Jembatan Bangkiangsidem di Desa Ambengan (Kecamatan Sukasada).

Dari jumlah tersebut, yang berhasil rampung dikerjakan yakni shortcut Titik 3-4 sepanjang 1.095 meter atau 1,1 kilometer melintasi dua desa bertetangga di Kecamatan Baturiti, Tabanan, yakni Desa Batunya (sisi selatan) dan Desa Candikuning (sisi utara).

Shortcut Titik 3-4 dimulai dari Patung Sapi tepatnya sebelah Indomaret Desa Batunya, lanjut Patung Polisi ke kanan menuju DTW Bedugul, kemudian menyusuri tepi Danau Beratan melewati hutan lindung, sampai berakhir di areal Hotel Ashram Desa Candikuning. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved