Afghanistan
Taliban Merasa Dikhianati, Militer AS Tinggalkan Pesawat Tempur Tanpa Roda dan Meriam
Taliban mengharapkan Amerika meninggalkan helikopter dan pesawat itu dalam keadaan utuh dan bisa digunakan.
TRIBUN-BALI.COM, KABUL - Meski mendapat rampasan perang puluhan pesawat tempur, helikopter, tank dan kendaraan lainnya milik militer Amerika Serikat (AS), milisi Taliban malah bakal kerepotan.
Taliban masih harus menyediakan mekanik untuk merawat dan memperbaiki pesawat tempur dan helikopter tersebut agar laik terbang.
Pasalnya, militer AS telah melumpuhkan helikopter dan pesawat tempurnya sebelum mereka pergi dari Afghanistan.
Pihak Taliban pun dibuat marah dan merasa dikhianati.
Dikutip Daily Mail, pasukan AS men-demilitarisasikan 73 pesawat sebelum keberangkatan mereka menurut komandan misi evakuasi AS, Jenderal Frank McKenzie.
AS meninggalkan hingga 48 pesawat, namun tidak diketahui berapa banyak yang dapat dioperasikan.
Baling-baling dan meriam dikeluarkan dari pesawat dan helikopter tersebut.
Sementara pesawat lain tergeletak dengan badan pesawat langsung di landasan, setelah rodanya dilepas sehingga tidak bisa dioperasikan lagi.
Baca juga: Taliban Rayakan Penarikan Militer AS dari Afghanistan, Rentetan Tembakan Terdengar di Penjuru Kabul
Banyak pesawat yang dibuat pada 1980-an dan akan membutuhkan servis dan suku cadang yang konstan untuk memastikan pesawat itu layak terbang, apalagi untuk bertempur.
Awalnya, Taliban mengharapkan Amerika meninggalkan helikopter dan pesawat itu dalam keadaan utuh dan bisa digunakan, menurut seorang reporter Al Jazeera yang mengunjungi bandara setelah penarikan.
Reporter itu berkata, "Ketika saya bertanya kepada mereka, 'mengapa Anda berpikir bahwa Amerika akan meninggalkan semuanya utuh untuk Anda?'."
Baca juga: VIDEO Taliban Konvoi di Angkasa dan Jalanan Pamer Alat-alat Militer AS yang Dirampas di Afghanistan
"Mereka menjawab, 'karena kami percaya itu adalah aset nasional dan kami adalah pemerintah sekarang dan ini bisa sangat berguna bagi kami'."
Dia menambahkan: "Mereka kecewa, mereka marah, mereka merasa dikhianati karena semua peralatan ini rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi."
Taliban berharap bisa memiliki sisi komersial dari operasional bandara dalam beberapa hari yang dapat memungkinkan warga Afghanistan untuk terbang ke luar negeri dengan Visa.
Bersamaan dengan pesawat, AS meninggalkan hingga 200 warga sipil, 70 kendaraan yang dilindungi Ambush Tahan Ranjau dan 27 Humvee di Afghanistan.
Baca juga: Taliban Rayakan Penarikan Militer AS dari Afghanistan, Rentetan Tembakan Terdengar di Penjuru Kabul
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pesawat-a-29.jpg)