Liga Italia
Juventus Pernah Mencoba Datangkan Jorginho Saat Diasuh Maurizio Sarri
Santos mengatakan Juventus pernah mempunyai kemungkinan untuk mendatangkan kliennya tepatnya pada musim 2019/2020
TRIBUN-BALI.COM - Agen dari gelandang Italia Jorginho, Joao Santos mengkonfirmasi bahwa kliennya pernah coba didatangkan oleh Juventus ketika dilatih oleh Maurizio Sarri.
Dikutip dari football-italia, Senin 6 September 2021, Santos mengatakan Juventus pernah mempunyai kemungkinan untuk mendatangkan kliennya tepatnya pada musim 2019/2020.
"Dulu, ketika Sarri adalah pelatih, ada kesempatan Jorginho akan datang ke Juventus," ujar Santos kepada Radio Bianconera.
Santos melanjutkan, direktur dari Juventus sudah melakukan pendekatan karena adanya kesempatan saat itu.
Baca juga: Menakar Peluang Jorginho Meraih Ballon dOr Tahun 2021 Seusai Bawa Italia dan Chelsea Juara Ini
Baca juga: EURO 2020: Jorginho Ingin Bawa Hasil Positif di Chelsea ke Timnas Italia
Santos menilai saat ini Jorginho memiliki kesempatan untuk mendapatkan Ballon d'Or karena raihan trofi yang sudah ia dapatkan tahun ini.
"Direktur Juventus sudah melakukan pendekatan, itu dulu ada kemungkinan. Saya pikir Jorginho memiliki kesempatan bagus untuk memenangi Ballon d'Or, karena kami biasanya berpikir Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, tapi tahun ini tidak ada yang memenangkan lebih dari Jorginho," ungkap Santos.
Santos menjelaskan Jorginho menyimpan keinginan untuk kembali ke Italia namun sang pemain masih terikat kontrak di Chelsea dan ingin berusaha memenangi Piala Dunia terlebih dahulu.
Ia dan Jorginho akan melihat situasi bursa transfer ke depannya dan apa situasi yang terjadi di tempat lainnya.
"Dia memiliki kontrak dengan Chelsea sampai 2023. Tentu saja adalah mimpi baginya untuk kembali ke Italia, diharapkan setelah memenangi Piala Dunia.
"Kami harus melihat apa yang akan terjadi pada bursa transfer beberapa tahun ke depan dan apa situasi yang ada," jelas Santos.
Jorginho tahun itu menjalani kesuksesan di level klub serta timnas berhasil membawa Chelsea menjuarai Liga Champions dan timnas Italia yang sukses meraih gelar Euro 2020.
Selain itu, Jorginho baru-baru ini sukses meraih gelar pemain terbaik UEFA mengalahkan rekannya di Chelsea, N'golo Kante dan pemain Manchester City, Kevin De Bruyne.
Karier Mario Balotelli meredup
Roberto Mancini mengakui turut kecewa akan perkembangan karier Mario Balotelli yang meredup dalam beberapa tahun terakhir.
Balotelli pernah menjadi andalan Mancini saat ia membawa Inter Milan juara Liga Italia serta Manchester City juara Liga Inggris.
Selain itu, Balotelli juga merupakan langganan skuat Gli Azzurri, tetapi penyerang berusia 31 tahun itu kini hanya berseragam Adana Demirspor, klub yang baru promosi ke kasta tertinggi liga Turki.
"Saya bekerja dengan Balotelli saat dia masih muda dan semuanya berjalan baik. Di mata saya dia masih pemain dengan teknik hebat," kata Mancini kepada RAI Sport sebagaimana dikutip Reuters, Senin 6 September 2021.
"Jelas mengecewakan bagi kita semua yang mengenalnya secara pribadi, bahwa dalam lima atau enam tahun terakhir ia tak bisa mengeluarkan potensi penuhnya," ujarnya.
Di dua musim terakhir Mancini menangani Inter, Balotelli turut membantu Nerazzurri menjuarai Liga Italia. Ia kemudian ikut hijrah ke City pada 2010 dan semusim kemudian membantu The Citizens juara Liga Inggris.
Balotelli juga merupakan salah satu top skor Euro 2012 serta jadi ujung tombak Italia untuk Piala Dunia 2014, tetapi dalam tujuh tahun terakhir ia hanya tiga kali dipanggil membela Gli Azzurri.
Balotelli kerap mengalami serangan rasial di Italia, sesuatu yang bahkan hingga hari ini jamak dialami pemain kulit hitam di negeri itu.
Di luar itu, kariernya nyaris tak pernah luput dari kontroversi, termasuk cekcok kecil dengan Mancini saat ia gagal mencetak gol dalam pertandingan pramusim City karena ulah pongahnya berusaha menendang dengan tumit tapi melenceng.
Setelah dipinjam AC Milan pada 2013/14, Balotelli dibeli Liverpool tapi cuma main 16 kali dalam dua musim kontraknya dan akhirnya mengembara ke OGC Nice, Marseille, Brescia dan Monza sebelum mendarat ke klub promosi Turki Adana Demirspor.
"Jangan lupa usianya sudah 31 tahun, seharusnya saat ini dia berada di puncak kariernya," kata Mancini. (antara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gelandang-chelsea-italia-jorginho-merayakan-gol-kedua-timnya.jpg)