Covid Varian Mu

4 Fakta Corona Vairan Mu: Disebut Kebal Vaksin, Sudah Muncul di 39 Negara

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian baru Covid-19 ini ke dalam daftar variant of interest (VOI) bersama dengan beberapa varian lainnya.

Editor: Bambang Wiyono
Pixabay
Ilustrasi covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Dunia kini mewaspadai munculnya varian baru virus corona yang diberi nama B.1.621 atau varian Mu.

Varian Mu ini diprediksi lebih kuat dari varian-varian sebelumnya, karena disebut kebal terhadap vaksin.  

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian baru Covid-19 ini ke dalam daftar variant of interest (VOI) bersama dengan beberapa varian lainnya.

Sementara itu, Public Health England (PHE) yang menamai varian ini dengan sebutan VUI-21JUL-01 juga menambahkan virus Corona varian Mu ke dalam daftar varian yang sedang diselidiki pada bulan Juli lalu.

Berdasarkan hasil pemantauan, virus Corona varian Mu dianggap belum memicu kekhawatiran seperti dua varian yang lebih dulu ada, yakni Alpha dan Delta.

Akan tetapi, dilansir dari The Guardian melalui KOMPAS.com, varian Mu dikhawatirkan dapat tak terpengaruh dengan kekebalan orang yang sudah menerima vaksin Covid-19.

Baca juga: Jokowi Wanti-wanti soal Corona Varian Mu: Begitu Lengah Covid-19 Naik Lagi

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai virus Corona varian baru ini, berikut ini 4 fakta mengenai Covid-19 varian Mu:

1. Teridentifikasi di Kolombia

Virus Corona varian Mu pertama kali teridentifikasi di Kolombia pada bulan Januari 2021.

Menurut WHO, varian Mu lebih kebal terhadap vaksin seperti varian Beta yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

Akan tetapi, para ilmuwan masih meneliti tingkat penularan dan dampak yang ditimbulkan dari varian baru ini.

Baca juga: UPDATE: Luhut Ingatkan Kemungkinan Gelombang Ketiga Covid-19, Waspadai Varian Mu

2. Prevalensi sementara masih rendah

Sebagaimana dikutip KOMPAS.com dari Euro News, menurut WHO, sejauh ini prevalensi varian Mu di seluruh dunia masih rendah, yakni kurang dari 0,1 persen.

Prevalensi varian Mu di Kolombia, negara yang menjadi tempat varian baru ini teridentifikasi, sekitar 39 persen. Sedangkan di Ekuador, prevalensi varian Mu mencapai 13 persen.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved