Breaking News:

Berita Nasional

Kemenkes Rancang Program Vaksinasi Booster untuk 100 Juta Masyarakat Kurang Mampu Tahun Depan

"Memang tidak jadi jaminan karena kita tahu bersama adanya mutasi dan varian baru dan penularan masih terjadi cukup tinggi.

Rizal Fanany
Vaksinator menyuntikkan vaksin dosis tiga moderna pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Wangaya, Denpasar, Selasa 3 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Beberapa negara seperti Amerika serikat, Inggris dan Israel telah melaksanakan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster.

Namun menurut Pelaksanaan Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu, hal itu tidak menjamin terbebas dari Covid-19.

"Memang tidak jadi jaminan karena kita tahu bersama adanya mutasi dan varian baru dan penularan masih terjadi cukup tinggi.

Kita tahu Amerika melihat kasus sekarang bisa perhari 153 ribu per hari," ungkap Maxi dalam diskusi secara virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Lawan Varian Mu Pakai Booster Vaksin, Indonesia Perketat Pintu Masuk

Di Indonesia memang baru tenaga kesehatan yang mendapatkan booster.

Karena nakes memang diprioritaskan, sebab berisiko lebih tinggi alami penularan Covid-19.

Namun Maxi menyebut jika pemerintah punya program untuk tahun depan.

Program ini merupakan skema untuk melakukan booster.

Dengan syarat, sudah melakukan vaksin dosis pertama dan kedua.

"Skema ini sudah kami buat. Sekalipun pemerintah tidak mampu melakukan pembayaran untuk semua penduduk seperti sekarang ini," katanya lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved