Breaking News:

Gempa Bumi

Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 3,9 Guncang Kuta Selatan Badung, Benda yang Digantung Bergoyang

dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kuta Selatan II MMI dengan getaran dirasakan oleh beberapa

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Peta gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kuta Selatan, pada Rabu 8 September 2021 malam. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,9 mengguncang wilayah Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Rabu 8 September 2021 malam pukul 20.20 Wita.

Hasil analisa BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menunjukkan bahwa Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,99° LS; 114,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 37 km barat daya Kuta Selatan Bali, pada kedalaman 75 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dibawah lempeng Eurasia," terang Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Agus Wahyu Raharjo dalam keterangan kepada Tribun Bali.

Lanjutnya, dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kuta Selatan II MMI dengan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Baca juga: GEMPA Bumi dengan Magnitudo 6,0 Guncang Keerom Papua, Cintya: Keras Sekali, Saya Sampai Pusing

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," kata dia.

Agus menyampaikan, hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi Tsunami.

"Dan hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan," ujarnya.

 Kepada masyarakat Agus mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangungan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," imbaunya. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved