Mayat Ditemukan Dalam Kondisi Bersujud di Sajadah, Tak Ada Tanda-tanda Korban Sakit
Mayat Ditemukan Dalam Kondisi Bersujud di Sajadah, Tak Ada Tanda-tanda Korban Sakit
Polisi yang akhirnya datang setelah menerima laporan lalu melakukan pemeriksaan.
Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menerima meninggalnya korban dan menolak untuk autopsi.
Sosok Saparin
Diwartakan Tribun Jateng, Saparin merupakan seorang purnawirawan TNI AD.
Dia bekerja sebagai satpam di pabrik benang selama dua tahun.
Dimata rekan kerjanya, Saparin dikenal sebagai sosok yang baik.
"Orangnya ramah, humoris dan suka menyapa," kata rekan kerja korban sesama satpam, Dullah (59), Selasa.
Dullah mengungkapkan, bahwa Saparin juga tekun dalam beribadah.
Meski seorang purnawirawan TNI, namun Saparin tetap rendah hati.
"Dia nggak sombong, meski purnawirawan tetap rendah hati," terangnya.
Dullah menceritakan, ia terakhir bertemu korban pada Senin (6/9/2021) sekira pukul 07.30 WIB.
Saat itu, korban baru saja selesai piket malam dan hendak pulang menuju mes karyawan.
Korban yang bertugas di pintu jaga mes karyawan lantas membuka pintu gerbang.
"Almarhum langsung menyapa lalu mengucapkan terima kasih dengan tersenyum," ucapnya.
Saat itu, korban tampak bugar dan tak menunjukkan tanda-tanda sedang sakit.
Bahkan, korban masih sempat bercanda dengan Dullah.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJateng.com/Iwan Arifianto)
Artikel terkait telah tayang di Tribunnews dengan judul Sosok Saparin, Satpam di Semarang Yang Meninggal dalam Keadaan Bersujud, Ternyata Pensiunan TNI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat-ilustrasi-pembunuhan-penemuan-mayat-mati-meninggal.jpg)