Breaking News:

Berita Denpasar

Warga Tak Jujur Saat Tracing, Lewat Keputusan Wali Kota Denpasar Akan Dilakukan Tracing Ke Tetangga

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar selama ini mengaku kesulitan melakukan tracing kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
Humas Pemkot Denpasar
Wali Kota Jaya Negara, IGN Jaya Negara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar selama ini mengaku kesulitan melakukan tracing kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Hal ini dikarenakan pasien positif Covid-19 tak mau terbuka dalam memberikan informasi kontak erat.

Baca juga: Bulan Depan Akses Pariwisata Mulai Dibuka Perlahan, Ini Tanggapan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, hal ini menjadi indikator yang menyebabkan Denpasar masih PPKM level 4.

“Memang masalah PPKM level 4 ini, kami masih terkendala positif rate yang didukung tracing. Selama ini tracing yang kami lakukan terbatas karena masyarakat enggan membuka informasi kontak erat,” kata Jaya Negara, Rabu 8 September 2021.

Jaya Negara mengatakan, masyarakat yang terkonfirmasi positif ketika ditracing selalu mengaku tidak pernah ke mana-mana.

Baca juga: Gubernur Koster Izinkan Mal Buka, Angin Segar untuk UMKM di Seminyak Village dan Bali Collection

Sehingga yang bisa ditracing hanya lingkungan keluarga dengan jumlah rata-rata 3 orang.

Padahal menurut aturan WHO, minimal harus dilakukan tracing kepada 15 orang yang kontak erat untuk satu kasus positif.

Dengan adanya kendala tersebut, Jaya Negara mengaku mengeluarkan Keputusan Wali Kota terkait pelaksanaan tracing ini.

Baca juga: Pantai Kuta Dibuka, Bendesa Adat Harapkan Pengunjung Disiplin Protokol Kesehatan

Dimana, jika ada warga yang positif Covid-19, akan langsung dilakukan tracing ke tetangganya.

“Nah sekarang kami buat kebijakan, nanti akan ditracing juga ke tetangga di sampingnya. Kalau tinggal di kos, tetangga kosnya juga kami tracing. Ini sesuai keputusan Wali Kota,” katanya.

“Kalau dari aturan WHO ini memang tidak boleh, tapi kalau ini yang menjadi dasar masih PPKM level 4, harus seperti itu yang kami lakukan,” kata Jaya Negara.

Menurut Jaya Negara, dengan tingkat kesembuhan yang tinggi, kasus menurun dan BOR rumah sakit juga turun, harusnya Denpasar bisa turun level dari level 4 ke level 3. (*)

Tags
Denpasar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved