Wayan Tirta dan 40 Napi Lain Tewas, Buntut Kebakaran Hebat di Lapas Tangerang
Kebakaran hebat yang melalap salah satu blok Lapas Kelas I Tangerang menyisakan cerita pilu.
Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sri Wulandari adalah warga Jalan Rohimin RT 08/07, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Sedangkan I Wayan Tirta tercatat sebagai warga Jalan Tiga Putra RT 03/04 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok.
I Wayan Tirta Utama ditangkap setelah terjadinya kecelakan di underpass Jalan Tengku Nyak Aief, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kematian Sri terungkap berawal dari kejadian tabrak lari antara mobil Daihatsu Terios warna putih berpelat B 1639 WFG yang ditunggangi Tirta dan Sri dengan sepeda motor Suzuki Satria bernopol B 3323 SMP yang dikendarai Agus Riyanto (28), warga Ciputat.
Polisi akhirnya menetapkan, I Wayan Tirta Utama sebagai tersangka utama kasus kecelakaan yang mengakibatkan, Sri Wulandari (28) tewas di underpass Jalan Tengku Nyak Aief, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti diwawancarai Kompas TV, kebakaran terjadi khususnya di Blok C, Lapas Klas I Tangerang.
Korban jiwa menurut Rika, ada 41 orang meninggal dunia.
Lalu ada 8 luka berat yang kini sudah dirawat di RSUD Tangerang.
Sedangkan sebanyak 31 luka ringan di klinik lapas Tangerang.
Baca juga: Buntut Tragedi Kebakaran Lapas Tangerang, Jamaruli Ingatkan Lapas & Rutan di Bali Antisipasi Musibah
Bali Waspada
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk langsung memerintahkan seluruh jajarannya yang ada di Lapas dan Rutan di Bali untuk lebih waspada dan lebih antisipatif jika sewaktu-waktu terjadi musibah.
Hal ini dilakukan buntut dari peristiwa kebakaran yang melalap Lapas Kelas I Tangerang.
Dalam keterangan persnya, Jamaruli sangat prihatin terhadap musibah kebakaran yang menghanguskan Lapas Kelas I Tangerang.
"Terkait kejadian kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, tentunya kami semua turut prihatin dan juga mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada korban maupun keluarga atas musibah ini. Harapan kami kepada semua petugas yang ada di Lapas Kelas I Tangerang bisa lebih kuat dan tegar menghadapi musibah ini," ucapnya.
Pihaknya selaku pimpinan mengingatkan terutama lapas dan rutan di Bali yang isinya cukup banyak atau over kapasitas tetap melakukan langkah-langkah antisipasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/korban-lapas-tangerang.jpg)