Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Taliban Larang Wanita Afganistan Berolahraga: Tidak Pantas dan Tidak Perlu!

Taliban Larang Wanita Afganistan Berolahraga: Tidak Pantas dan Tidak Perlu!

AFP/HOSHANG HASHIMI
Perempuan Afghanistan ikut serta dalam pawai protes untuk hak-hak mereka di bawah pemerintahan Taliban di pusat kota Kabul pada 3 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Terkini, Taliban memberikan pernyataan keras dan tegas terkait wanita yang masuk dalam dunia olahraga.

Pihak Taliban yang kini memimpin pemerintahan sah Afganistan itu melarang keras wanita untuk berolahraga.

Demikian penegasan Wakil Kepala Komisi Budaya Taliban, Ahmadullah Wasiq.

Ia mengatakan olahraga bagi wanita dianggap tidak pantas dan tidak perlu.

Baca juga: Dua Jurnalis Afghanistan Disiksa Taliban Saat Meliput Demo di Kabul

Dilansir dari The Guardian, Kamis (9/9/2021), pihaknya mengatakan termasuk satu di antaranya dalam olahraga kriket.

“Saya kira perempuan tidak boleh bermain kriket karena hal tersebut tidak harus bermain kriket,” kata Wasiq.

“Dalam kriket, mereka mungkin menghadapi situasi di mana wajah dan tubuh mereka tidak tertutup. Islam tidak mengizinkan wanita untuk dilihat seperti ini."

“Ini adalah era media, dan akan ada foto dan video, dan kemudian orang-orang menontonnya. Islam dan Imarah Islam (Afghanistan) tidak mengizinkan wanita bermain kriket atau olahraga yang membuat mereka terekspos,” lanjutnya.

Baca juga: China Siap Gelontorkan Rp 441,6 Miliar untuk Afghanistan di Bawah Kendali Taliban

Pemerintahan Baru

Kini Taliban mendeklarasikan sebuah pemerintahan baru.

Pejabat perdana menteri baru Afghanistan, dalam sebuah wawancara eksklusif pun meminta mantan pejabat yang melarikan diri untuk kembali ke negara itu.

Bahkan Taliban mengatakan akan menjamin keamanan dan keselamatan mereka yang melarikan diri, dikutip dari Aljazeera.

Perdana Menteri Afghanistan, Mullah Mohammad Hasan Akhund juga mengatakan bahwa pemerintah sementara akan menjamin keamanan diplomat, kedutaan besar, dan lembaga bantuan kemanusiaan.

Dirinya menekankan bahwa Taliban ingin membangun hubungan yang positif dan kuat dengan negara-negara di kawasan dan sekitarnya.

Akhund, rekan dekat dan penasihat politik mendiang Mullah Omar, pendiri Taliban dan pemimpin tertinggi pertamanya, mengatakan para pemimpin gerakan itu menghadapi tanggung jawab dan ujian besar terhadap rakyat Afghanistan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved