Breaking News:

Berita Jembrana

KPH Bali Barat Serahkan Bantuan Alat Ekonomi Produktif untuk 7 Kelompok Usaha Perhutanan di Jembrana

Bantuan yang diserahkan berupa bibit tanaman untuk ditanam di luar kawasan dalam bentuk bibit pohon durian, avocado atau alpukat, manggis dan sengon

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Pemberian bantuan kepada masyarakat berupa alat ekonomi produktif kepada tujuh kelompok usaha perhutanan sosial di Jembrana. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - UPTD KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Bali Barat, menyerahkan bantuan dari Provinsi Bali berupa alat ekonomi produktif kepada tujuh kelompok usaha perhutanan sosial di Jembrana.

Bantuan yang diserahkan berupa bibit tanaman untuk ditanam di luar kawasan dalam bentuk bibit pohon durian, avocado atau alpukat, manggis dan sengon.

Serta bantuan pupuk organik sebanyak 120 ton untuk 5 subak.

Kepala KPH Bali Barat Agus Sugiyanto mewakili Kepala Dinas Kehutanan dan LH Provinsi Bali mengatakan, bantuan dari Provinsi Bali ini merupakan, upaya mewujudkan visi nangun Sad Kerthi Loka Bali yang bisa dirasakan langsung masyarakat Jembrana. Terutama lembaga pengelola  hutan desa dan kelompok tani hutan.

Baca juga: Film Dokumenter Harmoni, Angkat Keharmonisan Nyame Bali dan Nyame Selam di Jembrana

Dengan bantuan itu, maka masyarakat sebagai pengelola hutan di blok pemanfaatan akan makin menyayangi hutan dan menjaga hutan.

“Masyarakat dapat memanfaatkan dan mengelola agar hutan tetap berfungsi bagi perlindungan dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan dengan bantuan alat ekonomi produktif tersebut apabila masyarakat sudah mendapat produk hasil hutan non kayu bisa benar-benat bernilai jual tinggi,” ucapnya, Minggu 12 September 2021.

Menurut dia, bantuan alat pengangkut, alat pencacah pembuatan kripik, alat pengemas dan alat lainnya dapat berkontribusi untuk memanfaatkan hutan tanpa merusak hutan.

Dimana saat ini pengelolaan hutan lindung dan produksi di KPH  Bali Barat luasnya 37.182,13 hektare.

Dari luasan ini sudah ditata menjadi 3 blok. Blok inti hutan lindung/mahawana seluas 21 ribu hektare.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved