Breaking News:

Berita Denpasar

Ranperda Kota Layak Anak di Denpasar Disahkan, Dewan Soroti Pengemis dan Pekerja Anak 

Setelah Ranperda Kota Layak Anak disahkan pada Rapat Paripurna DPRD Kota Denpasar, Selasa 14 September 2021 kemarin,

Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
ILUSTRASI- Pengemis di Traffic Light 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Setelah Ranperda Kota Layak Anak disahkan pada Rapat Paripurna DPRD Kota Denpasar, Selasa 14 September 2021 kemarin, kini Kota Denpasar resmi memiliki Perda Kota Layak Anak.

Setelah disahkan menjadi Perda, Kota Denpasar pun memiliki beberapa PR yang harus diselesaikan.

Salah satunya, yakni keberadaan anak-anak yang mengemis dan juga berjualan di traffic light serta di tempat keramaian.

Apalagi saat masa pandemi Covid-19 ini keberadaan mereka semakin banyak di Kota Denpasar.

Baca juga: SKD CPNS Denpasar Mulai 14 Oktober, Peserta Disarankan Isolasi Mandiri 14 Hari

Baca juga: Jadwal Vaksinasi Covid-19 di Kota Denpasar untuk Rabu 15 September 2021

Kondisi ini pun menjadi sorotan dari sejumlah fraksi di DPRD Denpasar.

Fraksi Demokrat dalam pandangan akhirnya yang dibacakan A.A.Gede Putra Ariewangsa, menyampaikan perlunya instansi terkait untuk melakukan penanganan serius terhadap keberadaan anak-anak ini.

Demikian pula yang disampaikan Wayan Suwirya yang membacakan pendapat akhir Fraksi Golkar.

“Kami dari Fraksi Golkar berharap ada solusi yang tepat terkait banyaknya orang tua yang ikut mempekerjakan anak-anaknya. Padahal, di satu sisi mereka juga perlu mendapatkan pendidikan yang layak,” kata Suwirya.

Sorotan juga datang dari Fraksi Gerindra melalui Kompyang Gede juga menyoroti keberadaan anak-anak yang ikut bekerja untuk mendapatkan uang bagi keluarga mereka.

Kondisi ini tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga kini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved