Kepausan

Paus Fransiskus Bingung Masih Banyak Orang Termasuk Kardinal Menolak Vaksin Covid-19

Pernyataan tersebut dia sampaikan untuk menanggapi pertanyaan dari seorang wartawan tentang alasan adanya keraguan terhadap vaksin.

Editor: DionDBPutra
AFP/TIZIANA FABI
Paus Fransiskus mengadakan audiensi umum mingguannya di aula Paulus VI di Vatikan pada 1 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Paus Fransiskus mengatakan bahwa dia bingung mengapa begitu banyak orang, termasuk beberapa kardinal dalam hierarki Gereja Katolik Roma, menolak suntikan vaksin Covid-19.

"Agak aneh karena umat manusia memiliki sejarah persahabatan dengan vaksin," kata Paus Fransiskus saat berada di pesawat yang kembali dari Slovakia, Rabu 15 September 2021.

Pernyataan tersebut dia sampaikan untuk menanggapi pertanyaan dari seorang wartawan tentang alasan adanya keraguan terhadap vaksin.

Baca juga: Paus Fransiskus Tegaskan Tak Ada Niatnya untuk Mengundurkan Diri

Baca juga: Polisi Sudah Mengidentifikasi Pengirim Amplop Berisi Peluru kepada Paus Fransiskus

"Sebagai anak-anak (kita divaksin) untuk campak, polio. Semua anak divaksin dan tidak ada yang mengatakan apa-apa," ujar pemimpin umat Katolik sedunia tersebut.

Paus Fransiskus, yang telah disuntik vaksin Covid-19, berulangkali mengajak orang lain untuk mau disuntik vaksin demi kebaikan bersama.

Di dalam pesawat, Paus asal Argentina itu mengatakan bahwa beberapa orang mungkin pada awalnya takut karena ada berbagai vaksin yang tersedia dan beberapa ternyata "tidak jauh berbeda dari air suling".

Namun, Sri Paus tidak menyebutkan merk vaksin apapun.

"Bahkan di Sekolah Tinggi Kardinal ada beberapa penentang vaksin. Tapi salah satu dari mereka, malang, telah dirawat di rumah sakit karena virus (corona). Ini adalah ironi kehidupan," katanya.

Paus Fransiskus tidak menyebut nama kardinal mana pun.

Kardinal Raymond Burke, seorang konservatif dan skeptis terhadap vaksin, dirawat di rumah sakit di Amerika Serikat pada Agustus 2021 setelah tertular virus corona.

Beberapa uskup konservatif anti vaksin, khususnya di Amerika Serikat, mengatakan umat Katolik harus memiliki pilihan untuk menyatakan keberatan hati nuraninya terhadap penggunaan vaksin dengan alasan-alasan berbasis agama.

Namun, paus telah menjelaskan pada masa lalu bahwa dia tidak setuju, tidak pernah menyebutkan pilihan tersebut.

Pada bulan Agustus 2021, Paus Fransiskus mengeluarkan seruan atas nama kelompok nirlaba Amerika Serikat--Ad Council dan koalisi kesehatan masyarakat--COVID Collaborative, dengan mengatakan suntikan vaksin harus digunakan oleh semua orang. (antara)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved