Kepausan
Paus Fransiskus Tegaskan Tak Ada Niatnya untuk Mengundurkan Diri
Paus Fransiskus mengatakan setiap kali ada kabar Paus sakit, selalu muncul rumor mengenai pertemuan para kardinal atau konklaf.
TRIBUN-BALI.COM, VATICAN CITY - Paus Fransiskus menegaskan, dia tidak berniat mengundurkan diri setelah menjalani operasi.
Rumor bahwa pontiff asal Argentina itu berniat meletakkan jabatan santer diberitakan media Italia.
Apalagi pada bulan Juli 2021 lalu, Sri Paus dibawa ke Roma untuk menjalani operasi usus besar.
"Saya tidak tahu dari mana mereka mendapatkan kabar bahwa saya berniat mengundurkan diri pekan lalu," kata Paus Fransiskus kepada Cope.
Baca juga: Polisi Sudah Mengidentifikasi Pengirim Amplop Berisi Peluru kepada Paus Fransiskus
Baca juga: Paus Fransiskus Merasa Bahagia Italia Sukses Meraih Trofi Juara Euro 2020
Dilansir AFP Rabu 1 September 2021, Sri Paus menegaskan bahkan sama sekali tak tebersit adanya niat untuk mundur.
Paus Fransiskus mengatakan setiap kali ada kabar Paus sakit, selalu muncul rumor mengenai pertemuan para kardinal atau konklaf.
Paus harus menjalani pembedahan pada 4 Juli 2021 karena menderita sejenis divertikulitis, radang kantong yang berkembang di lapisan usus.
Paus dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio asal Argentina tersebut keluar dari rumah sakit setelah dirawat selama 10 hari.
Saat ditanya mengenai bagaimana perasaannya, Paus tertawa sebelum menjawab dengan menyatakan dia baik-baik saja.
Dia memuji perawat di Vatikan, yang memintanya untuk menjalani operasi daripada bergantung kepada antibiotik.
"Kini saya bisa memakan apa pun, yang sebelumnya tidak diperbolehkan saat saya masih menderita divertikulitis," kata pemimpin Takhta Suci tersebut.
Dia menerangkan masih harus menjalani perawatan pasca-operasi. "Tetapi selain itu, kehidupan saya normal," lanjut Paus.
Kritik AS dan Sekutu Barat
Paus Fransiskus secara tidak sengaja mengutip ucapan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengeritik keterlibatan Barat di Afghanistan baru-baru ini, sebagai upaya orang luar untuk memaksakan demokrasi.
Selama wawancara radio yang disiarkan pada Rabu 1 September 2021, Paus ke-266 itu ditanya tentang situasi di Afghanistan, pasca penarikan pasukan AS dan NATO lainnya setelah hampir 20 tahun perang, dan Taliban merebut kembali negara itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/audiensi-umum-paus-fransiskus.jpg)