PON XX Papua

Jokowi Izinkan PON Papua Dihadiri Penonton, Maksimal 25 Persen dan Kapasitas Venue

Amali menjelaskan para peserta PON dari 34 provinsi telah siap. Bahkan, beberapa di antaranya berangkat lebih cepat ke Papua.

Editor: DionDBPutra
Ilustrasi
PON Papua 2021 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua pada 2 Oktober 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali dalam jumpa pers virtual pada akhir pekan lalu.

”Sebentar lagi tanggal 2 Oktober, direncanakan insya Allah Presiden (Joko Widodo) yang akan langsung membuka PON. Kalau dilihat dari persiapan, bahkan sekarang sudah ada yang melakukan test event, beberapa cabang olahraga," kata Amali.

Baca juga: Gubernur Koster Lepas Atlet Bali ke PON Papua, Siapkan Bonus bagi Peraih Medali

Baca juga: Ditarget 2 Emas, Tim Kempo Bali Yakin Bisa Raih 4 Emas di PON Papua

Amali menjelaskan para peserta PON dari 34 provinsi telah siap. Bahkan, beberapa di antaranya berangkat lebih cepat ke Papua.

"Ada juga kontingen yang sudah berangkat [ke Papua] duluan. Tadinya di dalam laporan ke kami itu baru sekitar pada tanggal 20-23 karena sudah tidak ada pertandingan. Hari ini saya dapat laporan sudah ada yang masuk ke Papua," ujarnya.

Mengenai kondisi Papua yang dalam beberapa pekan terakhir dikabarkan tidak kondusif karena aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB), Amali menjamin itu tidak akan mengganggu pelaksanaan PON.

"Saya ingin sampaikan, tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan di tengah masyarakat. PON ini bagi masyarakat Papua ini adalah kebanggaan dan harga diri buat mereka. Sehingga tekad mereka pasti ingin menyukseskan," ucap Amali.

"Walaupun ada perbedaan pandangan, misalnya secara politik di antara mereka secara internal. Saya mendapatkan informasi bahwa semua ingin menyukseskan pelaksanaan PON ini. Sukses Papua, sukses untuk kita semua," ujar Amali menambahkan.

Amali mengatakan pengamanan oleh TNI dan Polri akan dimaksimalkan. Namun, kata Amali, pengamanan dari TNI dan Polri ini tidak akan menunjukkan keadaan genting.

Menurutnya kondisi di lokasi PON saat ini relatif sama dengan Jakarta.

Dalam kesempatan itu Amali juga menjelaskan soal kemungkinan PON Papua bisa disaksikan penonton.

Jika penonton diperbolehkan hadir, maka vaksinasi di Papua akan digencarkan dengan target utama adalah masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan PON.

Wacana soal kehadiran penonton ini sudah mengemuka sejak beberapa pekan terakhir. Tapi, pemerintah harus meninjau kondisi pandemi Covid-19 yang berkembang di Indonesia.

Dalam dua pekan terakhir, angka penularan Covid-19 mulai menurun dan membuat pemerintah yakin mengizinkan penonton hadir dengan syarat dan protokol ketat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan PON Papua bisa disaksikan penonton, namun kapasitasnya hanya 25 persen dan syaratnya juga sudah divaksinasi dua kali.

"Terkait dengan kegiatan ke depan, di luar Jawa-Bali, yakni PON, Bapak Presiden sudah putuskan dengan 25 persen penonton, dengan syarat sudah dua kali vaksin," kata Airlangga.

Meski begitu, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan Presiden Jokowi juga mengingatkan jajarannya dan masyarakat untuk tetap waspada pada varian baru Covid-19.

"Bapak Presiden mengingatkan akan empat hal penting, yaitu kita harus berhati-hati terhadap varian baru baik Mu maupun Lamda, dan perketatan di sejumlah pintu masuk baik dari udara, laut, dan darat. Tentunya, melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan tentu kita harus antisipasi varian-varian baru tersebut," tutur Airlangga.(tribun network/fik/jid/dod)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved