Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Legenda Tinju Manny Pacquiao Naik Ring Pemilihan Presiden Filipina Hadapi Putri Duterte

Saya seorang petarung, dan saya akan selalu menjadi petarung di dalam dan di luar ring

Editor: Bambang Wiyono
kompas.com
Manny Pacquiao (kanan) saat menghadapi Adrien Broner, Sabtu (19/01/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANILA - Legenda tinju Filipina, Manny Pacquiao memastikan maju sebagai calon presiden di negara itu.

Pacquiao adalah salah satu petinju paling terkenal dalam sejarah dan satu-satunya yang memegang kejuaraan dunia dalam empat dekade berbeda.

Pertarungannya melawan sesama ikon tinju Floyd Mayweather Jr pada 2015 memecahkan rekor bayar per tayang di AS, dengan sekitar 4,6 juta pembelian menghasilkan pendapatan lebih dari 400 juta dollar AS (Rp 5,6 triliun).

Pensiun dari dunia tinju, Pacquiao melaju ke kancah politik sebagai senator Filipina.

Pada Minggu (19/9/2021) kekmarin, Pacquiao memastikan naik ke ring pemilihan presiden Filipina sebagai calon presiden menghadapi Rodrigo Duterte.  

Majunya Pacquiao sebagai presiden di Filipina mungkin berimplikasi pada hotspot geopolitik Laut Cina Selatan.

Hal itu mengingat pada Juni, Pacquiao, yang sekarang menjadi senator, menuduh Presiden Rodrigo Duterte yang akan keluar dari jabatannya, lemah terhadap ketegasan China di jalur perairan yang diperebutkan itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, China membangun pangkalan militer di atas terumbu karang di dekat Filipina, mengabaikan putusan pengadilan internasional terhadap klaim ekspansifnya atas hampir seluruh laut, yang merupakan jalur perdagangan internasional yang vital.

Atlet terkenal itu menerima nominasi dari sekutu politik di faksinya dari Partai PDP-Laban, partai yang berkuasa saat ini di pemerintahan Filipina.

"Saya seorang petarung, dan saya akan selalu menjadi petarung di dalam dan di luar ring," kata Pacquiao dalam pidatonya, Minggu (19/9/2921) melansir Newsweek.

"Saya menerima pencalonan sebagai calon presiden Republik Filipina."

Banyak orang di Filipina mengkritik Duterte karena tidak menindak operasi militer, penjaga pantai, dan kapal penangkap ikan dari China di perairan yang diperebutkan.

Duterte mengatakan menghadapi Beijing tentang masalah ini tidak akan menghasilkan apa-apa, dan bahwa negara itu punya "utang besar" kepada China dalam hal lain.

Pada Juni, Duterte menepis kritik Pacquiao, menyebut pengetahuan kebijakan luar negeri pejuang itu "dangkal."

Atas tudingan itu Pacquiao menjawab, "Saya orang Filipina menyuarakan apa yang perlu dikatakan untuk membela apa yang telah diputuskan sebagai hak kami."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved