Breaking News:

Berita Buleleng

Enam Poklahsar Perikanan di Buleleng Terima Bantuan Mesin Pendingin dari Kementerian

Aryana pun menyebut, sejatinya ada 20 Poklahsar yang mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan chest freezer dari kementerian

Istimewa
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng saat menyalurkan bantuan chest freezer kepada salah satu Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) perikanan di Buleleng, Kamis (23/9/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Enam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) perikanan di Buleleng diberikan bantuan enam unit chest freezer atau mesin pendingin oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Bantuan ini diberikan agar produk-produk ikan yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai yang tinggi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, I Gede Putra Aryana mengatakan, enam Poklahsar yang menerima bantuan tersebut ialah Poklahsar Maniking Braban dan Poklahsar Mekar Sarin Segara asal Desa Kubutambahan, Poklahsar Dwi Sada Samudra Desa Kalibukbuk, Poklahsar Putri Taruna Samudra Desa Anturan, serta Koperasi Pemasaran Hasil Perikanan Teja Amertha Dewata Desa Tejakula.

Aryana pun menyebut, sejatinya ada 20 Poklahsar yang mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan chest freezer dari kementerian.

Baca juga: Pemerintah Kembali Serahkan 813 SHM kepada Warga Desa Sumberklampok Buleleng, Jokowi: Jangan Dijual

Namun karena dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan anggaran terbatas, bantuan pun baru dapat diberikan untuk enam Poklahsar.

 "Poklahsar membutuhkan alat pembeku ini, jadi kami fasilitasi dengan mengajukan ke kementerian.

Namun karena terbatasnya anggaran, hanya enam yang terakomodir. Dimana nilai dari masing-masing chest freezer itu sebesar Rp 4.5 juta lebih," jelasnya.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para kelompok tersebut bisa meningkatkan daya saing dari produk ikan yang dihasilkan.

Dimana, bagi nelayan yang mendapatkan hasil tangkapan ikan yang berlimpah, bisa menyimpannya pada mesin pendingin tersebut.

Sehingga ikan bisa tetap terjual, jika stok di pasar mulai berkurang. 

Selain itu dalam hal pengolahan, kelompok tersebut sudah diberi pelatihan dalam pengolahan produk-produk ikan.

Hasilnya pun bisa disimpan di dalam mesin pendingin sebagai makanan beku, sehingga nilai jualnya bisa lebih tinggi. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved