Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Dunia

Penularan Covid-19 Tertinggi di Inggris Menimpa Anak-anak, Umumnya yang Belum Divaksin

Ia mengatakan program vaksinasi tidak akan terlalu mengganggu sekolah dibandingkan jika anak-anak tertular Covid-19.

Editor: DionDBPutra
AFP/JUSTIN TALLIS
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan), Kepala Penasihat Ilmiah Inggris Patrick Vallance (tengah) dan penasihat kesehatan Chris Whitty meninggalkan jalan Downing 10 untuk menghadiri briefing media tentang pembaruan Covid-19 terbaru, di Downing Street , London 14 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, LONDON - Penasihat senior masalah kesehatan Pemerintah Inggris Chris Whitty mengatakan pada Rabu 22 September 2021 bahwa penularan Covid-19 saat ini tertinggi pada anak berusia 12 hingga 15 tahun.

Ia mengatakan hampir semua anak yang tidak divaksin akan terinfeksi.

Semua orang dalam kelompok usia 12-15 tahun di Inggris akan diberikan vaksin Covid-19 setelah Whitty dan rekan-rekannya mengatakan pekan lalu bahwa anak-anak akan mendapat manfaat dari berkurangnya gangguan terhadap pendidikan mereka.

Baca juga: Aturan Baru: Anak-anak Hanya Boleh Main Game Online 3 Jam Seminggu

Baca juga: Penyebaran Virus Corona di Dunia Semakin Masif, Berikut 8 Saran WHO untuk Cegah Penularannya

"Pasti ada penularan substansial yang terjadi pada kelompok usia ini," kata Whitty kepada anggota parlemen.

"Faktanya, kelompok usia yang sedang kita bicarakan adalah kelompok di mana tingkat penularan tertinggi saat ini terjadi, sejauh yang kami tahu."

Inggris mencatat 34.460 kasus Covid baru pada Rabu 22 September 201, dan rata-rata memiliki lebih dari 20.000 kasus harian baru sejak akhir Juni lalu.

Whitty mengatakan saran vaksin difokuskan pada manfaat bagi anak-anak, dan tidak dibuat untuk alasan politik atau untuk kepentingan orang dewasa yang lebih rentan.

Ia mengatakan program vaksinasi tidak akan terlalu mengganggu sekolah dibandingkan jika anak-anak tertular Covid-19.

"Sebagian besar anak-anak yang saat ini tidak terinfeksi Covid akan terkena virus tersebut," katanya.

"Itu belum tentu dalam dua atau tiga bulan ke depan tetapi mereka akan terkena Covidcepat atau lambat karena ini sangat menular dan karena kekebalan berkurang, kita tidak akan melihat situasi di mana itu hanya berhenti pada titik tertentu,"

Whitty mengatakan vaksin akan mengurangi risiko infeksi hingga 50 persen.

Varian Delta yang lebih menular, sekarang dominan di Inggris, membuat pejabat kesehatan di seluruh dunia menilai kembali bagaimana pandemi dikelola, dan terutama dampak vaksin terhadap penularan.

"Kami tidak berpikir mungkin untuk menghentikan penularan sepenuhnya," Wei Shen Lim, ketua Komite Gabungan untuk Vaksinasi dan Imunisasi Covid-19," katanya kepada anggota parlemen.

"Itu tidak berarti bahwa tidak akan ada dampak pada penularan."

AS akan sumbangkan 500 juta dosis

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved