Liga Italia
Bersaing Ketat dengan Napoli, AC Milan, AS Roma dan Atalanta, Hakan Calhanoglu: Inter Milan Favorit
Trequartista Inter Milan Hakan Calhanoglu percaya diri bahwa I Nerazzurri adalah tim yang sulit ditaklukkan setelah sukses meraih gelar Scudetto Liga
Penulis: Ady Sucipto | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, ITALIA – Trequartista Inter Milan Hakan Calhanoglu percaya diri bahwa I Nerazzurri adalah tim yang sulit ditaklukkan setelah sukses meraih gelar Scudetto Liga Italia musim lalu.
Saat ditanya soal kiprah tim di Serie A Liga Italia musim ini, Hakan Calhanoglu menjawab santai.
“AS Roma dan Napoli? Kami adalah favorit,” ujar Calhanoglu kepada Il Corriere dello Sport yang dikutip Tribun Bali via Football Italia.
Gelandang timnas Turki tersebut diketahui bergabung ke Inter Milan dengan status free transfer dari rival abadi, AC Milan pada musim panas lalu.
Baca juga: Catatan Simone Inzaghi di Lima Laga Inter Milan, Terlalu Prematur Dibandingkan Kiprah Antonio Conte
Baca juga: Jika Cetak Gol ke Gawang AC Milan, Trequartista Inter Milan Ini Mengaku Tak Ragu Lakukan Selebrasi

Masih mengutip sumber yang sama jelang duel Inter Milan melawan Atalanta pada Sabtu 25 September 2021, Hakan Calhanoglu menyoroti kiprah pesaing terdekat seperti Napoli, AC Milan, AS Roma dan Atalanta.
Napoli kini berada di puncak Liga Italia dengan lima kemenangan beruntun, sementara AS Roma, AC Milan dan Atalanta terus memanaskan posisi lima besar di Serie A.
“Banyak tim bisa bertarung sampai akhir,” kata Calhanoglu. “Roma dan Napoli sama-sama memiliki awal yang bagus, tetapi Atalanta juga ada di sana.
“Saya tidak tahu siapa lagi yang bisa bergabung dengan kami. Kami adalah favorit setelah kemenangan musim lalu,” sebut Calhanoglu.
Kiprah Hakan Calhanoglu di AC Milan diketahui finis di urutan kedua musim lalu dan kini ketika bersama Inter Milan kedua rival punya poin sama dan hanya terpaut selisih gol di lima pertandingan yang dilakoni.
Baca juga: Jadwal Liga Italia Pekan 6: Lazio Vs AS Roma, Inter Milan Vs Atalanta
Baca juga: Hasil Lengkap, Klasemen, & Top Skor Liga Italia: Juventus Akhirnya Menang, Inter Milan Berkuasa

Sentuhan Simone Inzaghi
Allenatore Simone Inzaghi seolah membayar penuh kepercayaan manajemen Inter Milan yang telah memilihnya untuk mengarsiteki I Nerazzurri musim 2021/2022.
Hingga pekan kelima Serie A Liga Italia, Simone Inzaghi telah mempersembahkan empat kali kemenangan dan sekali hasil seri dengan mengoleksi 13 poin di klasemen Serie A.
Berkat tangan dingin Simone Inzaghi pula, Inter Milan kini bertengger di posisi kedua klasemen Serie A di bawah Napoli diurutan pertama dan ditempel ketat AC Milan di posisi ketiga.
Konsistensi Inter Milan ini sebagai kerja keras Simone Inzaghi bersama skuat I Nerazzurri yang terus mengembangkan timnya.
Inter Milan di kancah Serie A Liga Italia 2021/2022 telah mencatatkan 18 gol dan 5 kali kebobolan yang memperlihatkan statistik positif Simone Inzaghi.
Inter Milan pun tampak semakin percaya diri untuk kembali menuntaskan misinya mempertahankan gelar scudetto musim ini.
Kepergian Antonio Conte secara perlahan bisa dilupakan jika Inzaghi mampu membawa Inter Milan tampil secara konsisten.
Dilansir Football Italia, tanda-tanda menjanjikan yang diperlihatkan Inter Milan didukung oleh fakta menarik.
Sebagaimana misal fakta bahwa Inter Milan menjadi tim paling produktif sejauh ini di liga domestik.
Gelontoran 18 gol menjadikan Inter Milan memimpin dalam daftar jumlah gol terbanyak yang diciptakan konsisten Liga Italia musim ini.
Uniknya koleksi 18 gol itu tidak hanya bersumber dari satu atau dua nama pemain saja.
Nama-nama pemain baru seperti Hakan Calhanoglu, Edin Dzeko, dan Joaquin Corrrea langsung tampil nyetel serta mencetak gol bagi tim Nerazzurri.
Pemain lama seperti Lautaro Martinez, Nicolo Barella, Matias Vecino, Stefan de Vrij, dan Mattias Darmian juga sudah menyumbangkan gol bagi Inter Milan.
Catatan di atas menandakan bahwa distribusi gol Inter Milan ternyata tidak hanya bersumber dari nama pemain tertentu.
Hal itu juga mengindikasikan bahwa tidak ada ketergantungan terhadap pemain tertentu untuk mengubah hasil pertandingan.
Sebagaimana contoh Inter Milan tampak tak perlu lagi jika Lautaro Martinez tidak mencetak gol.
Hal ini dikarenakan Dzeko maupun Calhanoglu bisa saja mengambil alih panggung untuk mencetak gol kemenangan Inter Milan.
Inter Milan juga tampak semakin berbahaya dalam urusan set piece dengan adanya Calhanoglu.
Salah seorang legenda Inter Milan bernama Giuseppe Bergomi pun tak sungkan memuji Inter Milan.
"Inter Milan telah memberikan demonstrasi kekuatan yang baik, mengetahui bagaimana mereka," puji Bergomi dilansir Football Italia.
"Inter Milan memiliki kesabaran dan mengetahui cara membaca dinamika permainan lawan," tambahnya.
Inter Milan asuhan Inzaghi juga hanya kebobolan lima gol, sementara Conte lebih tiga gol dalam periode yang sama.
Skema tiga bek musim lalu yang dimainkan Conte seakan mampu direplikasi secara sempurna oleh Inzaghi.
Kesolidan pertahanan Inter Milan dapat tetap terjaga meskipun berada di tangan pelatih yang berbeda.
Keharmonisan dan kekompakan tim yang sedang dibangun Inzaghi seakan menjadi kunci kegemilangan performa Inter Milan awal musim ini.
Seandainya Inter Milan mampu mempertahankan sikap konsistensi bermainnya dalam mendulang kemenangan pada setiap laga yang dijalaninya.
Maka bukan tidak mungkin keputusan Inter Milan menunjuk Inzaghi akan terasa tepat jika bisa memenangkan gelar scudetto akhir musim.
Jika hal tersebut terjadi maka Inzaghi berpeluang besar bisa menciptakan era baru yang lebih baik daripada Conte yang menjabat Inter Milan selama dua musim saja.
Memang masih terlalu awal untuk membandingkan pencapaian yang akan diukir Inzaghi musim perdana kali ini dibandingkan Conte bersama Inter Milan.
Alhasil menarik untuk melihat bagaimana Inzaghi akan membawa Inter Milan sejauh mana berkembang dan berprestasi pada akhir musim nanti.
(Tribun Bali/Tribunnews/ady)