Breaking News:

Berita Denpasar

Antisipasi Trek-trekan, Personel Gabungan Polresta Denpasar Amankan 3 Sepeda Motor Tak Berstandar

Trek-trekan atau aksi balap liar yang meresahkan masyarakat menjadi salah satu atensi Polresta Denpasar dengan patroli Kegiatan Rutin.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Noviana Windri
Dok.Polresta Denpasar
3 Unit SPM diamankan personel gabungan Polresta Denpasar dalam patroli, pada Minggu 26 September 2021 dini hari. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Trek-trekan atau aksi balap liar yang meresahkan masyarakat menjadi salah satu atensi Polresta Denpasar dengan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam Operasi Patuh Agung 2021. 

"Sesuai dengan perintah pimpinan Bapak Kapolresta Denpasar, kita setiap malam minggu melasanakan patroli sekala besar. Dalam rangka giat Patroli gabungan KRYD atensi malam Minggu Trek trekan, Kejahatan jalanan dan premanisme," ujar Kasat lantas Polresta Denpasr  Kompol Ni Putu Utariani, SH kepada Tribun Bali, Minggu 26 September 2021. 

Dalam giat patroli gabungan pada dini hari tersebut, di Jalan Gatot Subroto - Kebo Iwa mengamankan tiga unit sepeda motor yang tidak sesuai standar dan dicurigai disiapkan untuk trek-trekan.

"Menemukan 3 SPM, satu sudah dimodifikasi dan yang satunya SPM jenis Yamaha Aerox  tidak memakai plat nomer kendaraan berknallpot brong dan satu lagi SPM jenis Honda Vario putih tanpa STNK dan Knalpot brong," paparnya. 

Baca juga: Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Trek-Trekan, Polresta Denpasar Patroli Dini Hari

Baca juga: Marak Trek-trekan di Masa Pandemi, Kasatlantas Polres Badung: Mereka Pindah-pindah dan Punya ‘Intel

Baca juga: Petugas Polsek Bubarkan 150 Pemuda Trek-trekan di Pesisir Pantai Pengambengan Jembrana

Kompol Ni Putu Utariani tegas untuk menekan kegiatan-kegiatan yang menyimpang di jalanan seperti trek-trekan maupun kejahatan jalanan dilakukan secara preventif.

Ia menjelaskan sasaran patroli KRYD Operasi Patuh Agung salah satunya meliputi kerumunan anak- anak muda di pinggir jalan yang mengakibatkan Keramaian dengab rute di ruas jalan seputaran Kota Denpasar. 

"Jika sebelum mereka melaksanakan trek- trekan tapi sudah berkumpul tentunya kita bisa mengidentifikasi kendaraan yang dipakai trek- trekan dengan langkah preventif, memeriksa kelengkapan kendaraan dan memberikan tindakan, lebih baik mencegah jangan menunggu mereka melaksanakan kegiatan trek-trekan," jelasnya.  (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved