Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Nasional

Mobilitas Warga Kembali Meningkat, Epidemiolog Ingatkan Waspada Puncak Gelombang Ketiga Covid -19

Jumlah itu jauh lebih sedikit dibanding puncak kasus Covid-19 sebelumnya yang pernah mencapai angka 56.757, pada 15 Juli 2021 lalu.

Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Warga beraktivitas di luar rumah saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, di Denpasar, Senin, 23 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Kondisi Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini memang terus membaik.

Hal ini dibuktikan dengan jumlah kasus positif di Indonesia yang semakin menurun.

Pada Sabtu (25/9/2021) kemarin, tercatat ada tambahan kasus positif sebanyak 2.137 kasus.

Jumlah itu jauh lebih sedikit dibanding puncak kasus Covid-19 sebelumnya yang pernah mencapai angka 56.757, pada 15 Juli 2021 lalu.

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Bhabinkamtibmas Singakerta Gianyar Ajak Warga Taati Prokes

Meski demikian, Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko mengatakan adanya ancaman gelombang ketiga Covid-19 harus diwaspadai.

"Prediksi Desember (2021) - Januari (2022) itu kemungkinan puncak gelombang ketiganya," kata Tri dilansir Kompas.com.

Tri mengatakan, sebelumnya terjadi beberapa kali lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang terjadi setelah melewati libur panjang.

Selain itu menurut pantauan Kementerian Kesehatan, tingkat mobilitas masyarakat juga sudah jauh meningkat, jika dibandingan dengan PPKM Darurat pada Juli atau PPKM Level 4 yang diterapkan pada awal Agustus.

Diketahui peningkatan mobilitas tersebut hampir terjadi di semua provinsi.

Bahkan, tingkat mobilitas di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sudah melampaui level sebelum pandemi.

Lebih lanjut Tri menilai, Indonesia akan mengalami puncak kasus Covid-19 jika Testing, Tracing, dan Treatment lemah.

"Jadi ya memang bakal mengalami puncak lagi, kalau 3T lemah," imbuh Tri.

Hal tersebut akan membuat terjadinya lebih banyak lagi mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Serta dikhawatirkan beberapa varian yang dihasilkan justru akan membahayakan, mempercepat infeksi, memperparah kondisi pasien dan menyulitkan kesembuhan bagi pasien Covid-19.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Menurun, BOR Isolasi RS di Denpasar Rata-rata 15,77 Persen

Untuk itu Tri meminta semua pihak agar tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved