Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Pendidikan

Tips untuk Guru agar Tidak Mudah Stres Ketika Melakukan Pembelajaran secara Daring

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna selaku spesialis kedokteran jiwa dan juga Psikiater di RSUD Wangaya memberikan tips untuk para guru atau tenaga pengajar

Tayang:
Pexels
Ilustrasi guru dan murid belajar online. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - dr. I Gusti Rai Putra Wiguna selaku spesialis kedokteran jiwa dan juga Psikiater di RSUD Wangaya memberikan tips untuk para guru atau tenaga pengajar agar tidak stres ketika mengajar selama pandemi Covid-19.

"Tentu cara pengajaran yang berbeda, mindset-nya juga berbeda ya. Sebaiknya kita lebih fleksibel."

"Kalau kita mengharapkan memberikan pembelajaran online kemudian percis sama keluarannya dengan pembelajaran tatap muka."

"Tentu itu justru kita akan cepat lelah fisik dan mental," ungkapnya pada, Senin 27 September 2021. 

Baca juga: Dies Natalis Universitas Udayana ke-59 Sukseskan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka

dr. Rai menyarankan agar para guru lebih baik fleksibel dan improvisasi ketika sedang mengajar melalui daring.

Menurutnya kalau hasil mengajar online berbeda dengan tatap muka bukan berarti hasilnya jelek hanya saja, harus lebih beradaptasi dengan sistem. 

"Karena harus disadari sistem online bukan sistem yang ideal, kalau ideal selesai pandemi kan akan digunakan lagi. Ini kan tidak, ini diberlakukan sementara."

Baca juga: PTM di Gianyar, Angkot Gratis Masih Tahap Penyesuaian Jam Belajar Siswa

"Kemudian mempersiapkan diri juga nanti akan ada isu akan ada pembelajaran tatap muka. Jadi harus adaptasi lagi, jadi yang tadinya sudah oke dengan sistem online ya perlu adaptasi lagi untuk menguatkan diri kita beradaptasi dengan tugas," paparnya. 

Sementara menurutnya terkait beberapa tanggapan orangtua yang menyatakan 'untuk anak kok coba-coba', dr. Rai mengatakan dua-duanya baik, belajar secara online dan offline menimbulkan dampak.

Orangtua dan sekolah harus banyak berkomunikasi lagi terkait hal ini. 

Baca juga: Senin Depan Siswa di Gianyar Mulai Belajar Tatap Muka, Maksimal 20 Siswa Dalam Kelas

"Ini kan banyak yang dibahas masih banyak orangtua yang ragu juga apakah belajarnya bisa secara online atau tatap muka. Jadi sebaik-baiknya ditimbang antara orangtua dan sekolah."

"Banyak juga yang mengatakan buat anak kok coba-coba untuk sekolah tatap muka. Tapi kalau melihat sekolah online ini banyak dampak juga anak-anak kecanduan gadget banyak orang tua stres karena tidak bisa memandu anak-anaknya belajar."

"Jadi jangan dipikir kena Covid-19 atau tidak kena Covid-19 tapi ada pengaruh besar baik kesehatan fisik dan mental kalau ragu komunikasikan dengan sekolah bagaimana sistemnya," tandasnya. 

Sementara, kata-kata 'untuk anak kok coba-coba' menurutnya itu tidak sepenuhnya benar. Karena sistem pembelajaran online juga merupakan sistem percobaan. 

"Tapi kalau kita tidak coba suatu hal kita tidak akan tahu mana yang terbaik dan tidak," ujarnya lagi. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved