Breaking News:

Berita Buleleng

Gaji Pegawai Dipotong, DPRD Buleleng Ingatkan TAPD Hati-hati dan Realistis Buat Rancangan APBD

pihaknya memberikan catatan kepada pihak eksekutif agar kedepan, dalam membuat rancangan APBD kedepan lebih berhati-hati dan realistis

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Banggar DPRD Buleleng bersama TAPD Buleleng saat rapat pembahasan APBD Buleleng tahun anggaran 2021, Rabu (29/9/2021) 

Sementara hasil pengelolaan kekayaan daerah baru terelasiasi Rp 13.46 Miliar atau 67.93 persen.

Retribusi daerah baru terelaisasi Rp 13.62 Miliar atau 50.36 persen, serta ain-lain pendapatan asli daerah yang sah terealisasi Rp 73.98 Miliar  atau 44.67 persen.

Sementara Ketua TAPD Buleleng juga sebagai Sekda Buleleng Gede Suyasa mengatakan, belum tercapainya rancangan PAD khususnya pada pajak dan retirbusi ini terjadi bukan karena kesalahan pada perencanaan. Namun terjadi akibat dampak dari pandemi Covid-19.

"Saat ini tidak ada yang bisa memprediksi dan berani memberikan kepastian tentang setiap prediksi. Kemarin kami berpikir sudah tidak ada covid.

Ternyata kasusnya sempat memuncak dengan varian delta. Jadi ini terjadi akibat kondisi itu," ungkapnya.

Baca juga: Sempat Terpapar Covid-19, Peserta Seleksi CPNS di Pemkab Buleleng Ikuti SKD Susulan

Namun demikian, Suyasa menjelaskan pendapatan daerah saat ini cukup banyak disumbang dari RSUD Buleleng.

Selama pandemi, peningkatan pendapatannya mencapai Rp 16 Miliar.

Ini karena RSUD yang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) membuat sejumlah inovasi berupa membuat poli khusus Covid, menambah kapasitas ruang cuci darah, dan menambah ruang ICCU hingga 38 bed. Serta RS Tangguwisia Seririt dan RS Giri Emas yang sudah menjadi rumah sakit tipe D, yang membuat pendapatannya juga menjadi lebih meningkat.

"BHPTB kita juga sampai September sudah mendekati 100 persen. Yang belum masuk Pajak Hotel dan Restoran karena PPKM.

Mudah-mudahan tiga bulan kedepan pariwisata dibuka lebih luas, dan kasus terkonfirmasi terus menurun. Sehingga hotel dan restoran bisa kembali bangkit, dan membuat pendapatan daerah juga meningkat," tutupnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved