Breaking News:

Berita Denpasar

RSUP Sanglah Denpasar Bersiap Menyambut Dibukanya Pariwisata Bali, Alokasikan Ruang Perawatan 40%

Beberapa Rumah Sakit tengah bersiap-siap untuk menyambut dibukanya kembali pariwisata Bali.

Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah, Dr dr Ketut Ariawati SpA (K).  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Beberapa Rumah Sakit tengah bersiap-siap untuk menyambut dibukanya kembali pariwisata Bali.

Persiapan tersebut berfokus pada fasilitas kesehatan dan tempat perawatan untuk wisatawan terlebih jika ada yang terpapar Covid-19 nantinya. 

Salah satu Rumah Sakit yang sudah bersiap untuk merawat wisatawan nantinya, yakni RSUP Sanglah Denpasar.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah, Dr dr Ketut Ariawati SpA (K), mengatakan Rumah Sakit Sanglah sebagai rumah sakit pusat rujukan di Bali sudah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang untuk menyambut dibukanya pasar pariwisata.

"Salah satu kesiapan kami adalah kami sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat. Bentuk persiapan yang dilakukan RSUP Sanglah meliputi, alur pasien, kesiapan ruangan untuk merawat pasien Covid-19," jelasnya pada, Jumat 1 Oktober 2021. 

Lebih lanjutnya, ia mengatakan untuk ruang perawatan ini RSUP Sanglah mengalokasikan sebanyak 40 persen dari total jumlah ruang perawatan yang dimiliki atau sebanyak 289 ruangan dari 710 ruang perawatan yang dimiliki.

Selain itu, RSUP Sanglah juga sudah menyiapkan peralatan medis untuk merawatan pasien Covid-19

"Peralatan medis yang utama adalah mesin PCR dengan kapasitas 280 sample per hari dalam waktu pemeriksaan 1-6 jam. Untuk SDM RSUP Sanglah juga sudah memiliki tenaga kesehatan yang memadai untuk melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19," lanjutnya. 

Selain jumlah SDM kesehatan cukup memadai, prosedur karantina bagi para tenaga kesehatan ini, juga sudah dipersiapkan oleh Rumah Sakit Sanglah.

Salah satunya adalah memberikan fasilitas tempat karantina bagi para Nakes yang merawat pasien Covid-19

Adapun tempat karantina yang disediakan adalah dua hotel yang ada di Denpasar dan Kabupaten Badung.

Baca juga: Pariwisata Kembali Menggeliat dan Prokes Diperketat, Kadispar Bali: Yang Terpenting Trust Building

Baca juga: Disparda Denpasar Harap Pembukaan Pariwisata Bulan Oktober Tak Dibatalkan Lagi

"Tujuan dari dilakukannya karantina ini adalah menjamin kondisi Nakes kami tetap aman setelah mereka melakukan tugasnya merawat pasien Covid-19, hotel ini sengaja dipersiapkan untuk Nakes yang tidak memiliki fasilitas yang refresentatif di rumahnya," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved