Corona di Dunia

Kabar Gembira, Inggris Hapus Indonesia dari Daftar Merah Perjalanan

Selain Indonesia, negara-negara yang akan dihapus dari daftar wajib karantina Covid-19 tersebut antara lain Afrika Selatan, Brasil, dan Meksiko.

Editor: DionDBPutra
AFP/JUSTIN TALLIS
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan), Kepala Penasihat Ilmiah Inggris Patrick Vallance (tengah) dan penasihat kesehatan Chris Whitty meninggalkan jalan Downing 10 untuk menghadiri briefing media tentang pembaruan Covid-19 terbaru, di Downing Street London 14 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, LONDON - Kabar gembira datang dari Inggris. Negeri Ratu Elizabeth II itu akan menghapus Indonesia dari daftar merah perjalanan pada Oktober 2021.

Artinya, mereka tidak lagi mewajibkan karantina di hotel selama 10 hari bagi orang yang tiba dari Indonesia dalam keadaan sudah divaksin dosis lengkap Covid-19.

Selain Indonesia, negara-negara yang akan dihapus dari daftar wajib karantina Covid-19 tersebut antara lain Afrika Selatan, Brasil, dan Meksiko.

Baca juga: Mulai 6 Oktober 2021,Singapura Persingkat Masa Karantina Pelancong di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 di Bali Sudah Dua Digit Setiap Hari, Pemprov Optimis Bisa Turun Menjadi PPKM Level 2

Perubahan kebijakan seperti itu akan diumumkan pada Kamis 7 Oktober 2021 dan kemungkinan akan menghasilkan lonjakan pemesanan tiket penerbangan dan wisata.

Jumlah negara yang masuk daftar merah tujuan Inggris akan dipangkas dari 54 negara menjadi hanya sembilan negara.

Kebijakan karantina hotel pada negara-negara berisiko tinggi menimbulkan biaya 2.285 pound atau sekitar Rp44 juta per orang sehingga berdampak buruk bagi industri perjalanan global.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan membuka lebih banyak perjalanan internasional bebas karantina hotel mulai akhir pekan ini.

Inggris sudah berencana melonggarkan aturan perjalanannya mulai 4 Oktober 2021 dengan menghapus daftar kuning negara-negara tujuan berisiko sedang.

Selain itu, Inggris tidak lagi mengharuskan penumpang yang divaksinasi penuh untuk menjalani tes Covid-19 sebelum mereka tiba dari negara-negara yang bukan dari daftar merah perjalanan.

Pemerintah mengatakan bahwa, orang-orang yang datang di Inggris mulai beberapa waktu kemudian pada Oktober tidak lagi harus mengikuti tes PCR.

Sebagai gantinya, mereka dapat memilih tes cepat (rapid test) --yang biayanya lebih murah.

Varian Delta menyebar

Dari Wellington dilaporkan, penyebaran Covid-19 varian Delta di Selandia Baru telah menyebar ke luar kota terbesar, Auckland, dan mendorong Perdana Menteri Jacinda Ardern memberlakukan penguncian di beberapa wilayah lagi, Minggu 3 Oktober 2021.

Pada Minggu ini tercatat 32 kasus virus corona yang tercatat di Auckland. Kota tersebut telah berada dalam penguncian atau lockdown sejak pertengahan Agustus lalu.

Sementara itu, dua kasus ditemukan di daerah Waikato, yang berjarak sekitar 147 kilometer di selatan Auckland. Ardern mengatakan bahwa penguncian selama lima hari akan diberlakukan di sebagian dari kawasan itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved