Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Lifestyle

Selamat Tinggal Pro Evolution Soccer, eFootball yang Menggantikan PES Dapat Ulasan Terburuk di Steam

Berdasarkan halaman review game eFootball 2022 di Steam, game ini mendapat banyak ulasan negatif yang membuat skor terjun drastis

Konami
game efootball 

TRIBUN-BALI.COM - Gamer sepak bola seluruh dunia sudah pasti tahu game yang bernama Winning Eleven yang kemudian berubah menjadi PES atau Pro Evolution Soccer.

Game olahraga sepak bola besutan Konami ini memang wajar disebut game sejuta umat kala itu.

Ya benar, kami sebut 'kala itu' sekarang tidak lagi  karena kenangan indah bersama game sepak bola PES itu sudah usai, dan sekarang berubah menjadi eFootball.

Seperti yang sudah kita ketahui, game ini merupakan rebrand dari judul Pro Evolution Soccer (PES). Kehadiran game ini telah ditunggu oleh banyak penggemar serial game PES yang berharap keajaiban.

Baca juga: Tak Kalah dari Squid Game, 5 Serial Bertema Survival Ini Wajib Ditonton, Seru dan Menegangkan

Namun, tak lama setelah diluncurkan, game tersebut menuai banyak kritik pedas. eFootball 2022 sampai dinobatkan sebagai salah satu game dengan review overwhemingly negative alias terburuk di Steam.

Berdasarkan halaman review game eFootball 2022 di Steam, game ini mendapat banyak ulasan negatif yang membuat skor terjun drastis hingga ke angka 8 persen.

Skor tersebut bahkan lebih rendah dari rating game terburuk sebelumnya di Steam, yakni Flatout 3, yang hanya memiliki skor 15 persen.

Penilaian negatif ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan pemain terhadap gameplay yang disuguhkan Konami di eFootball 2022.

Tak sedikit dari mereka yang juga mempermasalahkan kualitas grafis yang ditampilkan di dalam game.

Menurut pemain, visualisasi karakter dalam eFootball 2022 nampak jauh berbeda dengan karakter aslinya.

Baca juga: Ini 5 Misteri Mengenai Identitas Kakek Bernomor 001 di Drama Korea Squid Game, Apa Saja Itu?

Pengguna Twitter dengan handle @MGH bahkan menyoroti rupa karakter Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Jika dibandingkan dengan tampak aslinya, kedua karakter pemain profesional tersebut terlihat tidak realistis.

Sejumlah pemain di PC juga melaporkan bahwa eFootball 2022 hanya dapat dimainkan resolusi maksimal 720p.  

Hal tersebut tentu terbilang ironis mengingat Konami sudah menggunakan mesin Unreal Engine 4 untuk eFootball 2022.
Mesin tersebut merupakan pengganti mesin game Fox Engine yang dipakai untuk membuat PES 2021.

Menurut Konami, Unreal Engine sengaja dipilih untuk menyeragamkan gameplay eFootball 2022 di semua platform, termasuk mobile (Android dan iOS).

Selain dari segi grafis, pemain turut menyayangkan gameplay yang disajikan di dalam eFootball 2022. Pantauan KompasTekno di halaman Steam, ada sebanyak 13.310 pemain yang menulis ulasan eFootball 2022.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved