Info Populer
KABAR GEMBIRA, Bansos BLT Desa dan Program Sembako Ditambah
Pemerintah Indonesia menambah 2 jenis bansos untuk mencapai angka kemiskinan ekstrem nol persen di akhir 2021
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM – JAKARTA, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengumumkan penambahan dua bantuan sosial (Bansos) demi mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.
Adapun Bantuan Sosial (Bansos) tersebut meliputi, Program Sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.
Pada Rapat Koordiniasi tentang Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Gedung Gradhika Bakti Praja Semarang pada Kamis, 7 Oktober 2021, Ma’ruf Amin menejelaskan bila penambahan Bansos tersebut berutujuan untuk mencapai angka kemiskinan ekstrem nol persen di akhir 2021.
“Untuk program khusus di sisa tahun 2021 ini, kita akan menggunakan program yang ada, yaitu Program Sembako dan BLT Desa untuk memberikan tambahan bantuan bagi kelompok miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas ini,” ujarnya yang dikutip Tribun-Bali.com dari situs Branda Antara pada Kamis, 7 Oktober 2021.
Berdasarkan data yang dihumpun pada Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2021 diperorel beberapa daerah yang menjadi wilayah prioritas dalam penutasan kemiskinan ekstrem tahun 2021.
Baca juga: Kapan Jadwal Buka Gelombang 22 Kartu Prakerja? Cek Syarat Pendaftarannya!
Lebih lanjut, adapun total 35 kabupaten prioritas yang berada di tujuh provinsi menjadi penerima bantuan sosial tersebut.
Sehingga masing-masing provinsi terdapat lima kabupaten yang akan menerima bantuan Program Sembako dan BLT Desa.
Pada Rapat Koordinasi tersebut, Jawa Tengah termasuk ke dalam salah satu dari tujuh provinsi yang menajdi daerah prioritas pemerinta dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Lebih lanjut, Banyumas, Banjarnegara, Pemalang, Kebumen, dan Brebes merupakan lima kabupaten tambahan yang akan menerima dua bantuan tersebut.
Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat merupakan enam provinsi yang menjadi daerah prioritas penyelesaian kemiskinan ekstrim hingga akhir 2021.
Ma’ruf Amin menjelaskan selain tugas utama dalam penyelesaian kemiskinan ekstrem di tahun 2021, pemerinta akan memulai program pemberdayaan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.
Ia menejelaskan bila program tersebut akan dimulai pada awal tahun 2022 mendatang.
Kemudian, Ma’aruf Amin meminta kepada seluruh pemirintah provinsi beserta jajaran dan lima pemerintah kabupaten di Jawa tengah untuk melaporkan kebutuhan yang dibutuhan dalam program tersebut guna mempercepat proses penuntasan kemiskinan ekstrem tahun 2021 di Indonesia.
"Saya minta saudara-saudara sekalian mempelajari berbagai macam program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan kemudian mengupayakannya agar berbagai program tersebut dapat dipastikan diterima oleh rumah tangga miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas," ujarnya.
Baca juga: Untuk Buruh dan Pekerja: Cek Penerima dan Syarat BSU 2021 alias BLT Subsidi Gaji Rp 1 Juta
Sebelumnya, pemerintah lewat Kementerian Keuangan telah memberikan Batuan Langsung Tunai (BLT) Desa sebesar Rp 600 ribu selama 3 bulan kepada keluarga miskin di desa yang bukan penerima PKH, Kartu Sembako, dan Kartu Prakerja.
“Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) dapat menerima Rp 300.000 per bulan selama 12 bulan dari BLT Desa ini," kata Sri Mulyani yang dikutip Tribun-Bali.com dalam Instagram @smindrawati Pada Kamis, 7 Oktober 2021. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wakil-presiden-maaruf-amin.jpg)