Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

PON XX Papua

Update PON, Tim Basket Putri Bali Cetak Sejarah Melaju ke Final Setelah Tekuk Sulsel

Tim Bali sebenarnya tampil kurang meyakinkan pada kuarter pertama dan tertinggal 6-15 dari Sulawesi Selatan.

Editor: DionDBPutra
ANTARA/MICHAEL SIAHAAN
Para pemain tim bola basket putri Bali merayakan kelolosan mereka ke final PON XX Papua setelah mengalahkan Sulawesi Selatan pada babak semifinal dengan skor 52-41 di Mimika Sport Complex, Mimika, Kamis 7 Oktober 2021. Ini pertama kali Bali sampai di partai puncak PON. 

TRIBUN-BALI.COM, MIMIKA - Tim bola basket putri Bali menorehkan sejarah setelah memastikan diri melaju ke babak final PON XX Papua seusai menundukkan Sulawesi Selatan dengan skor 52-41 dalam pertandingan di Mimika Sport Complex, Mimika, Kamis 7 Oktober 2021.

Keberhasilan ini menjadi kesempatan pertama tim basket putri Bali berada di babak puncak PON sepanjang sejarah. Mereka pun berpeluang meraup medali emas andai bisa mengalahkan Jawa Timur di laga final, Sabtu 9 Oktober 2021.

Baca juga: Ketua KONI Bali Harapkan Para Atlet Jaga Kesehatan Agar Terhindar dari Covid-19

Baca juga: Maria Londa Pecahkan Rekor Pribadi di PON XX Papua, Bali Konsisten Cetak Emas Setiap Hari

Sulawesi Selatan akan memperebutkan medali perunggu dengan DKI Jakarta dalam pertandingan yang juga digelar Sabtu 9 Oktober 2021.

Tim Bali sebenarnya tampil kurang meyakinkan pada kuarter pertama dan tertinggal 6-15 dari Sulawesi Selatan.

Kuarter kedua, Sulawesi Selatan menjauhkan skor 19-6 setelah tembakan bebas Anesthesia Pertiwi masuk sempurna ke keranjang lawan.

Bali mendekatkan skor menjadi 17-24 berkat lemparan dua angka Ni Putu Fiananda, tetapi mereka tetap tertinggal 21-26 di akhir kuarter kedua.

Usai jeda, Bali berhasil membalikkan kedudukan menjadi 27-26 melalui lemparan tiga angka Mita Istinawati. Setelah itu, Bali semakin trengginas dan mampu menjaga posisi di depan. Mereka menutup kuarter ketiga dengan keunggulan dua bola, 37-33.

Pada kuarter terakhir, Bali meninggalkan Sulsel 42-36 dan terus memimpin perolehan angka hingga menutup pertandingan semifinal dengan kemenangan 52-41.

Kemenangan itu disambut gegap gempita oleh seluruh personal tim Bali. Beberapa pemain bahkan menangis saat merayakan kemenangan itu di lapangan.

Mita Istinawati menyumbangkan poin tertinggi untuk Bali pada laga tersebut dengan 22 poin, ditambah dua rebound dan satu assist.

Di kubu Sulawesi Selatan, Sabrina Sandewang menorehkan statistik terbaik dengan sembilan poin, empat rebound dan empat assist.

Tak diraih secara instan

Pelatih tim bola basket putri Bali Muflih Farhan menyebut torehan sejarah yang diukir skuadnya di PON XX Papua, di mana mereka pertama kali lolos ke final PON, tak diraih secara instan.

"Prosesnya tidak instan. Mereka ini rata-rata sudah bersama sejak umur 12 tahun," ujar Muflih di Mimika Sport Complex, Mimika, Kamis 7 Oktober 2021.

Tumbuh bersama-sama, Muflih menyebut bahwa mayoritas pemainnya diarahkan untuk memperkuat klub Merpati Bali yang berlaga di kompetisi bola basket putri nasional, Srikandi Cup.

Dari sana, mereka terus diasah dalam beberapa kejuaraan lain. Pada PON 2016, Bali hanya sampai babak perempat final. Di fase itu, mereka dikalahkan Jawa Tengah yang pada akhirnya merebut medali emas PON 2016.

Setelah itu, mereka lolos ke PON Papua via kualifikasi dan masuk ke Pool X, di mana mereka kembali bersua Jawa Tengah.

Namun, Bali yang sudah berbeda dibandingkan tahun 2016 mampu lolos ke semifinal, salah satunya dengan menundukkan Jateng di grup.

"Sekarang kami bisa mengalahkan Jateng dan masuk final. Alhamdulillah. Ini kebangkitan bola basket Bali. Dengan ini bola basket putri Bali mulai diperhitungkan," kata Muflih.

Center Ni Putu Eka Liana Febiananda juga tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya bisa membawa Bali ke final PON Papua.

Saking senangnya, Liana sampai menangis saat merayakan kemenangan atas Sulawesi Selatan.

"Saya menangis karena saya dan semua pemain mau menang. Demi Bali, demi orang tua, demi pelatih. Kami sangat ingin masuk final. Kami mau membuktikan kepada orang-orang yang meremehkan kami bahwa kami bisa," kata dia.

Di babak final, Bali akan menghadapi Jawa Timur. Duel kedua tim sempat tersaji di Pool X, di mana Bali ketika itu kalah 30-51.

Menurut pelatih Bali, Muflih Farhan, hasil itu tak bisa menjadi patokan partai final.

"Waktu itu kami dirugikan sama jadwal. Kami bermain sampai pukul 23.00 WIT dan hari berikutnya bermain lagi pukul 13.00 WIT. Kami tak punya waktu cukup untuk beristirahat, jadi saat itu kami memiliih bermain aman. Semoga nanti di final kami dapat memberikan pertandingan yang bagus. Saya pikir, kalau sudah bicarakan final berarti kita cuma menyinggung dua hal yaitu strategi dan mental. Siapa yang unggul, dia yang menang," ujar Muflih.

Dua atlet silat lolos ke final

Sementara itu, dua atlet silat putra putri Bali yang berlaga di nomor seni, Kadek Astini dan Kadek Febrinata , lolos ke final pada pertandingan cabang olahraga silat pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Manajer Silat Bali, I Bagus Jagra Wibawa di GOR Toware, Sentani Jayapura, Kamis 7 Oktober 2021, mengatakan pada babak semifinal di nomor seni tunggal putri Kadek Astini memperoleh skor 447.

Namun Kadek Astini kalah tipis dari pesilat Jawa Barat Risya Gunawan yang mengantongi skor 448.

Sedangkan posisi ketiga ditempati pesilat dari Nusa Tenggara Timur (NTT) Laliina mengumpulkan skor 435.

Pesilat Bali Kadek Astini bersama dua pesilat lainnya akan bertarung di final memperebutkan medali emas di nomor seni yang dipertandingkan pada Senin 11 Oktober 2021.

Jagra Wibawa mengatakan nomor seni tersebut menentukan segi keterampilan dan percaya diri atlet pesilat tersebut, dan yakin pesilatnya sudah memiliki skill tersebut.

"Kami optimistis bisa direbut dari nomor seni. Asalkan Kadek Astini dan Kadek Febrinata tetap percaya diri dan mengontrol setiap gerakannya. Dengan kesiapan matang selama ini, kami berharap bisa memberi yang terbaik bagi Bali," kata Jagra Wibawa yang juga anggota DPRD Kota Denpasar.

Pelatih Pencak Silat Seni Bali, Made Alex Dwi Putra didampingi Nyoman Lasia mengatakan babak penyisihan, kedua anak asuhnya menempati posisi kedua sehingga lolos ke babak final.

"Kami berdoa mudah-mudahan anak asuh kami di final bisa menyabet medali emas," kata Alex.

Ia mengatakan waktu istirahat empat hari ke depan masih berkesempatan untuk latihan dan memperbaiki gerak saat tampil di final bisa meraih prestasi terbaik di ajang olahraga nasional empat tahunan. (antara)

Berita lain dari arena PON Papua

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved