Berita Bali
Mengenang Tragedi Bom Bali 1: Kasus Terorisme Terparah yang Pernah Mengoyak Industri Pariwisata Bali
Mengenang Tragedi Bom Bali 1: Kasus Terorisme Terparah yang Pernah Mengoyak Industri Pariwisata
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM - Tepat hari ini, 19 tahun tragedi Bom Bali I terjadi.
Bom mengguncang Kuta dan Denpasar pada 12 Oktober 2002 silam.
Bom meledak di Sari Club dan Paddy’s Pub Kuta.
Serta satu bom diledakan di dekat Konsulat Amerika Serikat, Denpasar.
Ketiga bom tersebut hampir meledak dalam waktu yang bersamaan pada pukul 23.15 WITA.
Tragedi Bom Bali I dianggap menjadi peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.
Tidak ada seorang pun yang mengira bila Pulau Dewata akan diguncang ledakan bom dahsyat tersebut.
Terlebih lagi, Bali yang menjadi salah satu destinasi pariwisata dunia selalu dielu-elukan sebagai Pulau Surga.
Baca juga: Hari Ini Dalam Sejarah: 19 Tahun Tragedi Bom Bali, Ledakan Dahsyat Mengguncang Kuta dan Denpasar
Ledakan Bom Bali I tidak hanya berdampak pada kesedihan keluarga yang ditinggalkan namun juga keadaan Bali saat itu.
Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul pengeboman dengan skala kecil pada tahun 2005 atau yang dikenal sebagai Bom Bali II.
Tragedi Bom Bali tercatat sebagai salah satu peristiwa yang menggoyahkan industri pariwisata di Bali.
Riuh industri pariwisata Bali yang sedang jaya-jayanya ketika itu menjadi mati suri. Perekonomian warga Bali turut ambruk.
Bali pun sempat terseok-seok memulihkan keadaan dan meyakinkan wisatawan mancanegara bahwa Bali aman untuk dikunjungi.
Kronologi Pengeboman
Pada Sabtu, 12 Oktober 2002 Pukul 20.45 WITA, teroris Ali Imron menyiapkan satu bom kotak dengan berat 6 kilogram yang telah dipasang sistem remote ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/monumen-bom-bali_20150529_145530.jpg)