Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Piala Thomas dan Uber 2021

Meski Kalah, Putri Kusuma Wardani Senang Bertemu Banyak Pemain Top Dunia

Putri menyerah dua gim langsung 9-21, 21-23 pada Busanan yang menempati peringkat 13 dunia itu dalam waktu 45 menit.

Editor: DionDBPutra
Domentasi PBSI
Putri Kusuma Wardani 

TRIBUN-BALI.COM - Meski mengalami kekalahan, pemain tunggal putri Putri Kusuma Wardani mengaku mendapat pengalaman berharga saat memperkuat Tim Piala Uber karena ia dapat bertemu dengan pemain-pemain top dunia.

"Meskipun gagal menyumbang angka, di sini saya bisa bertemu dengan pemain-pemain top dunia, meski tidak semua hadir. Saya bisa merasakan dan mendapat pengalaman banyak dari pemain-pemain top dunia. Kalau tidak di sini, entah di mana saya bisa dapat pengalaman berharga," ujar Putri dalam keterangan resmi PP PBSI seusai pertandingan.

Bermain di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Jumat dini hari WIB 15 Oktober 2021, Putri menyerah dua gim langsung 9-21, 21-23 pada Busanan yang menempati peringkat 13 dunia itu dalam waktu 45 menit.

Baca juga: Begini Ungkap Gregoria Mariska Tunjung Soal Penyebab Kekalahannya Lawan Pornpawee di Uber Cup 2021

Baca juga: Langkah Tim Uber Cup 2021 Indonesia Terhenti oleh Thailand, Begini Komentar Greysia Polii

Kekalahan Putri membuat Indonesia tertinggal 1-2 dari Thailand pada perempat final Piala Uber.

Setelah kehilangan gim pembuka dengan skor terpaut jauh 9-21, Putri bangkit pada gim kedua, dengan berusaha mengendalikan permainan untuk memimpin 11-5.

Namun juara Spain Masters itu tidak mampu mempertahankan keunggulannya, tujuh poin beruntun dari Busanan membuat pemain Thailand itu membalik kedudukan dengan memimpin 12-11.

Putri sempat menyamakan poin 15-15, 17-17, dan 20-20. Ia bahkan lebih dulu mencapai game point 21-20 sebelum lawan membatalkannya dengan menyamakan kedudukan 21-21, dan dua kali pengembalian yang gagal dari putri memenangkan Busanan dengan skor 23-21.

"Sayang hasil dua kali smes saya nyangkut net dan kemenangan akhirnya untuk Busanan. Saat itu saya memang berspekulasi dengan melakukan pukulan smes yang mematikan," papar Putri.

"Saya terlalu berspekulasi di poin 20-20. Dua smes saya seharusnya panjang, tetapi terlalu tajam dan nyangkut net. Sayang sekali," katanya.

Meskipun gagal menyumbangkan poin, sebagai pemain muda Putri tetap bersyukur bisa tampil di ajang besar seperti perebutan Piala Uber ini.

Sebab tanpa rangking yang cukup tinggi, dia kesulitan bisa bertanding di turnamen kelas super 500 ke atas dan bertanding dengan pemain-pemain top dunia.  Putri saat ini menempati peringkat 126 dunia.

Greysia/Apriyani jadi inspirasi

Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto bertanding dengan berbekal inspirasi semangat dan daya juang seniornya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada partai keempat pertandingan perempatfinal Piala Uber 2020 antara Indonesia melawan Thailand.

Berbekal etos dan inspirasi dari peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut, Siti Fadia/Ribka bisa bermain penuh semangat.

Mereka juga pantang menyerah saat menghadapi Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai.

Lewat laga yang digelar di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Jumat pagi WIB, Siti Fadia/Ribka akhirnya menang 21-19, 15-21, 21-15 dalam 76 menit. Kemenangan ini membuat skor Indonesia dan Thailand menjadi 2-2.

"Kami memang meneladani Kak Greysia dan Kak Apriyani. Mereka menjadi sumber inspirasi kami. Setiap hari kami latihan bersama dan melihat bagaimana semangat kedua pemain senior itu," kata Siti Fadia dalam keterangan resmi PP PBSI.

Ribka menambahkan, sebagai pemain, seniornya tersebut bisa memberikan teladan dan semangat setiap berlatih dan bertanding. Semangat itulah yang mereka bawa saat mengalahkan Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanacha yang berada di rangking 22 dunia tersebut.

"Kak Greysia dan Kak Apriyani terus membimbing dan memberi semangat kepada kami," kata Ribka.

Dengan keberhasilan menyumbangkan angka tersebut, baik Ribka maupun Siti Fadia mengaku senang bisa menang dan mempersembahkan angka untuk skuat Merah-Putih. Pasangan rangking 34 dunia itu mengaku puas dengan performanya.

Mewariskan keteladanan

Sebelumnya, ganda putri nomor satu Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu sudah lebih dulu menyumbang angka bagi Skuad Merah Putih dengan kemenangan 21-17, 17-21, 21-19 atas Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.

Dengan kemenangan tersebut, pasangan itu mengatakan ingin mewariskan keteladanan.

"Dari awal kami sudah siap bahwa lawan memiliki kualitas. Setiap ketemu poinnya juga tidak pernah jauh. Selalu ramai terus. Kami harus siap capek dan mau menang dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata Apriyani.

"Kita bersyukur bahwa kemenangan ini bukan hanya untuk kami sendiri, tetapi juga memberi poin untuk tim Uber Indonesia, sehingga adik-adik yang lain bisa main dan punya kesempatan memberikan yang terbaik. Itulah harapan kami terhadap tim Uber Indonesia ini," timpal Greysia.

Greysia mengatakan, bisa jadi perebutan Piala Uber 2020 merupakan yang terakhir. Karena itu, dia ingin memberikan warisan terbaik.

"Kami ingin mewariskan siapa tahu ini Piala Uber terakhir saya, sehingga saya bisa mewariskan ke adik-adik. Mereka tidak saja melihat saya bermain tetapi bisa ikut merasakan bermain di ajang yang demikian besar seperti di Piala Uber. Berkat kemenangan, saya memberi kesempatan kepada adik-adik untuk bermain dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," pesan Greysia. (antara)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved