Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tragedi Susur Sungai

Sebelum Tewas dalam Tragedi Susur Sungai, Chandra Sempat Video Call Sang Ibu Tapi Tak Berbicara

Chandra Ryzkie Hernawan (12) sempat melakukan Video call dengan sang ibu sebelum tragedi susur sungai tersebut merenggut nyawanya.

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Istimewa/Tribun Jabar
Dede Rohendi dan Nena Hunaina, orang tua Chandra Ryzkie Hernawan (12), santri MTs Harapan Baru korban tragedi susur sungai di Leuwi Ili Sungai Cileueur di Desa Utama Cijeungjing Ciamis, Jumat (15/10/2021) sore. 

TRIBUN-BALI.COM - Tragedi tewasnya 11 siswa MTs Harapan Baru Ponpes Cijantung Ciamis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Salah satu korban Chandra Chandra Ryzkie Hernawan (12) sempat melakukan Video call dengan sang ibu sebelum tragedi susur sungai tersebut merenggut nyawanya.

Sang ibu menuturkan Chandra hanya senyum-senyum dalam video call tersebut tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Baca juga: Penuturan Warga Tentang Lokasi Tragedi Susur Sungai dan Daftar Nama Korban Tewas

Baca juga: TRAGEDI Susur Sungai yang Renggut 11 Nyawa Siswa di Jawa Barat, Berikut Fakta-faktanya

Baca juga: 3 Tersangka Tragedi Susur Sungai Ungkap Fakta Ini Soal Polemik Penggundulan Rambut, Demi Keamanan

Baca juga: Babak Baru Tragedi Susur Sungai di Sleman yang Tewaskan 9 Siswa SMP, Polisi Tetapkan Tersangka Ini

Chandra Ryzkie Hernawan (12) adalah salah seorang dari 11 siswa MTs Harapan Baru Ponpes Cijantung Ciamis yang tewas tenggelam saat mengikuti kegiatan kepanduan susur sungai di Leuwi Ili Sungai Cileueur, Blok Dusun Wetan RT 01 RW 01, Desa Utama, Cijeungjing, Jumat (15/10/2021) sore.

Dikutip dari Tribunjabar.com, Jasad bungsu dari dua bersaudara tersebut ditemukan sekitar pukul 19.00 Jumat (15/10/2021) malam oleh tim SAR dan penyelam alam warga setempat melakukan pencarian.

Jenazah Chandra, korban keempat yang ditemukan dari proses evakuasi Jumat (15/10/2021) malam tersebut, sempat disemayamkan di ruang instalasi pemulasaraan RSU Ciamis.

Setelah dilakukan identifikasi oleh Polres Ciamis, jenazah Chandra dibawa pulang ke rumah duka di Jalan R Okas Bratakusumah, Lingkungan Karang RT 03 RW 30, Ciamis, sekitar pukul 21.00.

Jenazah Chandra merupakan jenazah pertama yang dibawa pulang ke rumah duka.

Setelah dipulasara, dimandikan, dikafani, dan disalatkan, jenazah siswa kelas VII MTs Harapan Baru tersebut dimakamkan di permakaman umum Karang, tak jauh dari RSUD Ciamis, sekitar pukul 23.30 Jumat (15/10) malam itu juga.

Diantar ratusan warga dan sanak saudara almarhum.

Sampai Sabtu (16/10/2021) siang para pelayat terus datang silih berganti, baik sanak saudara, warga, maupun rekan-rekan almarhum sesama tamatan SDN VII Ciamis.

Menurut penuturan ibu korban, Nena Hunaina, kepada Tribun Jabar di rumah duka, Sabtu (15/10/2021), lima hari sebelum kejadian, tepatnya Minggu (10/10/2021) sore, Chandra sempat melakukan video call.

“Tapi tidak ngomong apa-apa, cuma senyum-senyum. Padahal saya sudah bilang, ini Ibu, ini Ibu. Tapi Chandra cuma senyum saja. Setelah itu HP-nya dimatiin,” tutur Nena Hunaina.

Chandra, yang punya hobi sepak bola dan badminton, menurut Nena, masuk MTs Harapan Baru setelah tamat di SDN 7 Ciamis.

“Sekarang baru kelas I (kelas VII) semester satu. Mondok di pesantren,’” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved