Breaking News:

Berita Gianyar

Kasus Desa Adat Jero Kuta Pejeng Gianyar Masuki Tahap Perdamaian

Kasus pelik antara Prajuru Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali dengan puluhan kramanya akhirnya menemukan solusi perdama

Istimewa/I Wayan Eri Gunarta
Pertemuan Bupati Gianyar, Made Mahayastra dengan Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Sabtu 16 Oktober 2021 - Kasus Desa Adat Jero Kuta Pejeng Gianyar Masuki Tahap Perdamaian 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus pelik antara Prajuru Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali dengan puluhan kramanya akhirnya menemukan solusi perdamaian.

Hal itu terjadi karena Bupati Gianyar, Made Mahayastra, memanggil kedua belah pihak di waktu yang tidak bersamaan di ruangan rapatnya, Sabtu 16 Oktober 2021.

Namun, persoalan ini baru benar-benar bisa dikatakan damai, setelah Bupati Gianyar membuat surat perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Minggu 17 Oktober 2021, menghasilkan sejumlah keputusan yang mencairkan ketegangan kedua belah pihak.

Baca juga: UPDATE Sidang Perkara Sengketa Lahan di PN Gianyar, Desa Adat Guwang Gugat Balik Gde Dharma Rp 100 M

Di antaranya, Bupati Gianyar, Made Mahayastra, menyetujui teba atau tanah belakang rumah dalam pensertifikatannya menjadi hak milik.

Terkait hal ini, nanti akan dibuatkan surat perjanjian kedua belah pihak dan Bupati sendiri yang akan menjadi saksinya.

Bupati Mahayastra juga akan memastikan tidak akan ada yang menghalangi warga dalam memproses hak milik.

Sementara untuk tanah sikut satak, warga menyetujui jika dimasukkan ke dalam ayahan desa adat (AYDS).

Dalam rapat tersebut juga bupati menjamin semua sanksi adat dicabut.

Selain itu, tanah yang selama ini menjadi milik Desa Adat Jero Kuta Pejeng akan dibantu dalam memproses pensertifikatannya menjadi tanah adat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved