Breaking News:

Berita Bali

Dandim Badung Minta Warga Laporkan Apabila Ada Oknum Minta Bagian Terkait Bantuan Tunai Rp 1,2 Juta

Hal ini ia sampaikan dalam acara launching penyaluran BTPKLW di Makodim 1611/Badung, Denpasar, Bali, pada Kamis 21 Oktober 2021

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana menegaskan dan meminta warga agar tidak takut melapor ke Kodim apabila ada oknum di luar yang meminta bagian dari bantuan tunai senilai Rp 1,2 juta bagi pedagang kaki lima dan warung ini.

Hal ini ia sampaikan dalam acara launching penyaluran BTPKLW di Makodim 1611/Badung, Denpasar, Bali, pada Kamis 21 Oktober 2021.

"Satu hal yang saya tegaskan bila mana ada oknum dari luar maupun anggota kodim yang meminta bagian dari bantuan ini segera laporkan ke kodim, biar kami tindak tegas," tegasnya.

“Bantuan ini murni tidak ada kami potong atau berkurang, jadi per orang dapat Rp 1,2 Juta, dan negara hadir untuk rakyat di sini,” tambahnya.

Baca juga: Pembersihan Material Longsor Capai Titik Enam, Dandim Bangli: Sempat Ada Opsi Gunakan Dinamit

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 5.100 pedagang kaki lima dan warung di Denpasar dan Badung menjadi target penyaluran bantuan tunai dari pemerintah pusat melalui jajaran TNI Kodim 1611/Badung.

Bantuan tunai senilai Rp 1,2 juta per penerima manfaat tersebut disalurkan secara bertahap di Makodim Kodim 1611/Badung, Denpasar, Bali, yang di-launching pada Kamis 21 Oktober 2021.

Dandim 1611/badung menjelaskan, bahwa selama pandemi COVID-19 pemerintah sudah banyak menggelontorkan sumbangan melalui instansi-instansi manapun juga baik Dinas Sosial maupun dari BUMN.

Para penerima BTPKLW tidak dapat menerima bantuan lain dari pemerintah sebagai wujud pemerataan bantuan dari pusat ke tingkat masyarakat bawah.

Penerima bantuan secara langsung terintegrasi ke sistem Kementerian melalui foto dan di-upload dari wajah dan tangan memegang uang Rp 1,2 Juta, serta KTP sebagai bukti menerima uang cash langsung.

“Laporan penerimaan uang langsung dikirim fotonya ke Kementerian Keuangan RI.

Tidak boleh salah atau kekurangan data

Sehingga kami berhati-hati kerjanya, termasuk angka NIK KTP serta lainnya,” imbuhnya.

Pihaknya memastikan penerima bantuan tunai ini tepat dasaran karena berdasarkan data yang valid secara door to door.

Para penerima diseleksi ketat langsung oleh para Babinsa di lapangan.

Baca juga: Perayaan HUT TNI ke-76, Dandim Klungkung Ingatkan Personel Selalu Tingkatkan Kemampuan

"Saya harapkan kepada para penerima bantuan gunakanlah bantuan ini sebaik-baiknya sebagai modal usaha," tuturnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved