Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali

Kodim 1611/Badung Salurkan Stimulus Bagi 5.100 Pedagang Senilai Rp1,2 Juta Per Orang

Sebanyak 5.100 pedagang kaki lima dan warung di Denpasar dan Badung menjadi target penyaluran bantuan tunai dari pemerintah pusat

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Kegiatan penyaluran Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT PKLW) di Makodim 1611/Badung, Denpasar, Bali, pada Jumat 21 Oktober 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 5.100 pedagang kaki lima dan warung di Denpasar dan Badung menjadi target penyaluran bantuan tunai dari pemerintah pusat melalui jajaran TNI Kodim 1611/Badung.

Bantuan tunai senilai Rp 1,2 juta per penerima manfaat tersebut disalurkan secara bertahap di Makodim Kodim 1611/Badung, Denpasar, Bali, yang di-launching pada Kamis 21 Oktober 2021.

"Penyaluran pada hari ini dimulai dari PKLW yang beroperasi di wilayah Kuta dan Kuta Utara sebanyak 406 orang. Penyaluran BTPKLW di Denpasar dan Badung diselenggarakan selama 19 hari dengan target 5.100 orang dengan rincian Denpasar sebanyak 2.600 orang dan Badung sebanyak 2.500 orang," ujar Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana di sela kegiatan launching penyaluran BTPKLW

Baca juga: Sambut HUT ke-76 Kesehatan TNI AD, Kesdam IX/Udayana Gelar Khitanan Massal dan Bagi Kacamata Gratis

Dandim 1611/badung menjelaskan, bahwa selama pandemi COVID-19 pemerintah sudah banyak menggelontorkan sumbangan melalui instansi-instansi mana pun juga baik Dinas Sosial maupun dari BUMN.

Para penerima BTPKLW tidak dapat menerima bantuan lain dari pemerintah sebagai wujud pemerataan bantuan dari pusat ke tingkat masyarakat bawah.

"Hari ini kami mendapat amanah dari pemerintah pusat untuk melaksanakan kegiatan pembagian BTPKLW secara langsung kepada masyarakat yang benar-benar berhak," kata dia.

Penerima bantuan secara langsung terintegrasi ke sistem Kementerian melalui foto dan di-upload dari wajah dan tangan memegang uang Rp 1,2 Juta, serta KTP sebagai bukti menerima uang cash langsung.

“Laporan penerimaan uang langsung dikirim fotonya ke Kementerian Keuangan RI. Tidak boleh salah atau kekurangan data, sehingga kami berhati-hati kerjanya, termasuk angka NIK KTP serta lainnya,” imbuhnya.

Baca juga: Para Tersangka Penebas Gede Budiarsana Dilimpahkan ke Kejari Denpasar,Sadia Diancam 15 Tahun Penjara

Pihaknya memastikan penerima bantuan tunai ini tepat dasaran karena berdasarkan data yang valid secara door to door. Para penerima diseleksi ketat langsung oleh para Babinsa di lapangan.

"Saya harapkan kepada para penerima bantuan gunakanlah bantuan ini sebaik-baiknya sebagai modal usaha," tuturnya.

Dandim 1611/Badung tegas meminta warga melapor ke Kodim apabila ada oknum yang meminta bagian bantuan tunai ini.

"Satu hal yang saya tegaskan bila mana ada oknum dari luar maupun anggota kodim yang meminta bagian dari bantuan ini segera laporkan ke kodim biar kami tindak tegas," tegasnya.

Dandim Alit Yudana juga menegaskan anggota TNI Kodim 1611/Badung bekerja dengan teliti untuk menghindari kesalahan data serta dengan tetap mengutamakan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Kerja semangat merah putih, kalau istilah orang Bali, petugas TNI di lapangan ini ngayah, kami setelah kegiatan ini juga diaudit sama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” tegasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved