Breaking News:

Berita Bali

Masuk Bali Lewat Bandara Wajib PCR, Satgas Covid-19 Kuatkan dan Ketatkan Pintu Masuk Darat dan Laut

Intinya kami Pemprov Bali siap bahkan saya hari ini ditugaskan Pak Gubernur untuk membuat dan mengonsep SE yang isinya sejalan dengan SE 88 Kemenhub

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Kalaksa BPBD Provinsi Bali saat ditemui awak media usai menghadiri apel gelar pasukan kesiapan kedatangan wisatawan mancanegara di Provinsi Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah pusat mengubah ketentuan perjalanan orang dalam negeri, khususnya moda transportasi udara wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR.

Tak terkecuali masuk dan keluar dari Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga menerapkan kebijakan tersebut, dan akan mulai efektif berlaku hari Minggu, 24 Oktober 2021 besok.

"Intinya kami Pemprov Bali siap bahkan saya hari ini ditugaskan Pak Gubernur untuk membuat dan mengonsep SE yang isinya sejalan dengan SE 88 Kemenhub dan SE 21 Satgas Nasional.

Pada prinsipnya adalah masuk dan dari Bali ke Jawa minimal vaksin dosis pertama, negatif PCR test 2x24jam," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, Sabtu (23 Oktober 2021) usai menghadiri apel gelar pasukan kesiapan kedatangan wisatawan mancanegara di Provinsi Bali.

Baca juga: Tinjau Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Panglima TNI & Kapolri Minta Alat PCR Dikalibrasi

"Kita tetap patuh dan ikut pada ketentuan itu. Akan memfinalkan SE Gubernur berkaitan dengan update ketentuan pelaku perjalanan dalam negeri yang masuk Bali dengan moda transportasi udara.

Intinya Satgas Covid-19 Bali patuh dan taat terhadap ketentuan nasional," sambungnya.

Ketika ada perubahan kebijakan perjalanan moda transportasi udara yang semula dapat menggunakan hasil antigen menjadi PCR, pihaknya di Satgas mengantisipasi pergerakan wisatawan domestik justru beralih ke perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat dan laut menggunakan kendaraan pribadi.

Maka dari itu, Satgas akan melakukan penguatan dan pengetatan di pintu masuk seperti Pelabuhan Gilimanuk oleh Satgas Covid-19 Provinsi dan teman-teman Dishub, Pol PP bersinergi dengan KKP dan Angkatan Laut yang ada disana.

Disinggung mengenai adakah kekhawatiran penurunan tingkat kunjungan wisdom ke Bali dampak perubahan kebijakan tersebut, Made Rentin mengatakan mari bersama-sama serukan optimisme.

"Saya dan kita semua termasuk teman-teman media berharap kita munculkan optimisme kepada semua publik agar trust atau kepercayaan yang telah bangkit di satu sisi tren kasus relatif landai walaupun tidak turun signifikan.

Disisi lain kita menunjukkan kesiapan salah satunya hari ini kita simulasi untuk menunjukkan bahwa memang kami di Bali siap. We are ready," imbuhnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved