Pembunuhan WNA Amerika
UPDATE: Begini Sosok Heather di Mata Kalapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Lili: Dia Rajin Ibadah
Heather Lois Mack akhirnya menghirup udara bebas, Jumat 29 Oktober 2021, bebas murni setelah menjalani masa pidana sepuluh tahun
Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Heather Lois Mack akhirnya menghirup udara bebas, Jumat 29 Oktober 2021.
Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat (AS) ini bebas murni setelah menjalani masa pidana sepuluh tahun terkait kasus pembunuhan ibu kandungnya di Bali tahun 2014 lalu.
Heather selama ini menjalani masa pidananya di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Kerobokan.
Dari pantauan Tribun Bali, Heather keluar dari LPP Kelas II A Kerobokan sekitar pukul 09.00 Wita.
Baca juga: Penjara 7 Tahun 2 Bulan, Bule AS Heather Lois Mack Bebas Hari Ini dari LPP Kelas IIA Kerobokan
Dikawal petugas imigrasi, Heather langsung dimasukan ke dalam mobil, dan dibawa menuju kantor Rudemin Jimbaran.
Saat keluar dari pintu lapas, Heather enggan memberikan komentar dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan para awak media.
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Kelas II A Kerobokan, Lili menyatakan, Heather bebas murni setelah menjalani masa pidananya.
"Jadi Heather ini bebas murni, bebas remisi. Ia mendapat remisi sesuai dengan aturan Kepres Presiden. Ada remisi umum, ada remisi khusus. Dia mendapat 34 bulan remisi atau dua tahun sepuluh bulan. Di dalam lapas, dia sudah menjalani tujuh tahun dua bulan," jelasnya ditemui usai bebasnya Heather.
Lili menyatakan, jelang keluar dari pintu LPP Kerobokan Heather sedikit syok.
"Dia tadi keluar agak sedikit syok, dan ada haru, ada galau, ada rasa takut. Tapi tadi kami memberi dia semangat. Ayo Heather kamu seperti yang di dalam. Kamu orang baik," katanya.
Ditanya apa yang membuat Heather syok, Lili pun tidak mengerti.
"Saya tidak mengerti. Mungkin karena tujuh tahun ada di dalam lapas, dan tadi teman-temannya sedih dan nangis. Tadi saya takut dia pingsan," tuturnya.
"Tadi dia bilang, aduh mama saya mau pingsan. Semua anak-anak memanggil saya mama. Saya pikir bahaya nanti kalau Heather pingsan. Saya bilang pikirkan yang baik-baik. Saya bilang all is weel, semua akan baik-baik saja," sambung Lili.
Kembali ditanya, apakah Heather sempat mengatakan takut pulang ke negaranya. Lili mengaku tidak mengetahui.
"Saya tidak tahu. Memang dia cinta NKRI. Mungkin karena tujuh tahun di dalam lapas dan semuanya sudah seperti keluarga," jawabnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/heather-pembunuh-ibunya-di-bali-bebas.jpg)