Breaking News:

Berita Gianyar

Pasokan Janur di Gianyar Jelang Hari Raya Galungan Masih Terkendali, Pemasok Terbesar dari Luar Bali

pasokan janur yang dijual di pasar-pasar se-Kabupaten Gianyar masih aman. Meskipun mengalami kenaikan harga, namun tidak begitu signifikan

TRIBUN BALI/ I NYOMAN MAHAYASA
ilustrasi - Sejumlah pembeli sedang memilih janur jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Janur menjadi salah satu kebutuhan primer masyarakat Hindu di Bali dalam merayakan Hari Raya Galungan yang jatuh pada 10 November 2021 ini.

Sebagai bahan utama membuat sarana upakara, tentunya kebutuhan janur sangat tinggi.

Namun beruntung, pasokan janur yang dijual di pasar-pasar se-Kabupaten Gianyar masih aman. Meskipun mengalami kenaikan harga, namun tidak begitu signifikan.

Berdasarkan data Disperindag Gianyar, rata-rata kenaikan harga kebutuhan upacara naik berkisar Rp 2.000. Seperti janur per ikat kecil dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.500, bunga mitir dari Rp 10 ribu naik menjadi Rp 12 ribu, bunga pacah dari Rp 8 ribu ke Rp 11 ribu.

Baca juga: Hujan Deras Sebabkan Rumah di Payangan Gianyar Tertimpa Longsor, Sarana Upakara Ludes Tertimbun

Sedangkan harga daging ayam masih stabil di Rp 40 ribu per kilogram. Daging Babi terus bertahan di harga Rp 95 ribu dari HET per kilo Rp 55 ribu.

Kepala UPT Pasar Gianyar, Nengah Arnawa, Rabu 3 November 2021 mengatakan, meskipun janur tidak bisa lepas dari aktivitas keberagaman masyarakat, namun sampai saat ini, pasokan janur sebagian besar datang dari Jawa dan Lombok.

"Pasokan dari Jawa dan Lombok ini khususnya Pisang dan Janur, bahkan sudah masuk dari sepekan lalu," ujarnya.

Kata dia, pasokan yang mengandalkan petani dari luar Bali, dikarenakan masyarakat tidak fokus dalam menanam.

Dimana sebagian besar, pohon kelapa hanya menjadi pohon 'pang kuala ada' di tegalan. Dimana sampai saat ini, lahan pertanian masih fokus pada pertanian padi.

 "Mau tidak mau pasokan komoditi ini termasuk buah kelapa masuk ke Bali, khususnya Gianyar karena secara lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan sendiri," ujarnya.

Dengan adanya pasokan dari luar Bali ini, kenaikan harga juga bisa terkendali.

"Dengan masuknya komoditi dari luar ini juga menyebabkan kenaikan harga kebutuhan upacara lebih terkendali. Kan sudah biasa tiap jelang hari raya harga-harga naik, dengan masuknya komoditi dari luar juga bisa menekan harga agar tidak sampai melambung tinggi," tandasnya.

Kata dia, secara umum harga satu ikat Janur berkisar Rp 25 ribu dan kenaikan rata-rata sekitar Rp 3 ribu.

Kenaikan ini dinilai masih wajar.

Baca juga: Kadisperindag Gianyar Minta Maaf ke Pedagang, Peruntukan Pasar Blok C Tetap Sesuai Kesepakatan Awal

Khusus untuk daging, baik daging babi dan ayam, disebutnya masih mampu disediakan oleh peternak lokal Bali.

"Kalau daging, peternak lokal sudah mampu memasok, sehingga tidak bergantung dari luar Bali," ujarnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved