Berita Denpasar
Satgas Covid-19 Minta Warga Kota Denpasar Jangan Kendur Menerapkan Prokes
Berdasarkan data Rabu 3 November 2021, pasien Covid-19 yang sembuh bertambah sebanyak 4 orang.
Penulis: Putu Supartika | Editor: DionDBPutra
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kasus aktif Covid-19 di Kota Denpasar terus melandai.
Walau demikian Satgas Penangangan Covid-19 mengimbau warga kota ini jangan kendur menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Berdasarkan data Rabu 3 November 2021, pasien Covid-19 yang sembuh bertambah sebanyak 4 orang.
Kasus positif sebanyak 7 orang dan pasien yang meninggal dunia 1 orang.
Baca juga: Lowongan Kerja Denpasar, STMIK Primakara Membutuhkan Accounting Staff, Simak Syaratnya
Baca juga: UPDATE Kasus Pengeroyokan di Kuta, Kapolresta Denpasar: Minim Saksi di TKP, Tapi Kita Terus Dalami
Kepada Tribun Bali, Rabu 3 November 2021, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menjelaskan, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 37.789.
Adapun angka kesembuhan pasien mencapai 36.687 orang (97,09 persen), pasien meninggal dunia 996 orang (2,63 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 106 orang (0,28 persen).
I Dewa Gede Rai mengatakan, kendati kasus aktif semakin menurun dan melandai namun penularan masih ditemukan.
Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendur menerapkan protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19.
“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama. Tidak boleh kendur dalam menerapkan protokol kesehatan karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus Covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat.
Diperlukan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” kata Dewa Rai.
Dewa Rai mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus Covid-19 saat ini.
Dalam beraktivitas sehari-hari, kata Dewa Rai, protokol kesehatan wajib dipatuhi berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali.
Terlebih lagi saat ini ada mutasi Covid-19 varian baru.
“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat. Jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.
Dewa Rai mengatakan berbagai upaya terus dilaksanakan pemerintah guna menurunkan zona risiko, tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.
Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin menggunakan mobil calling atau door to door, menyemprot disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.
Pemkot Denpasar juga terus berupaya merealisasikan vaksinasi kepada masyarakat. Vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan kelompok disabilitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/juru-bicara-satgas-penanganan-covid-19-kota-denpasar-i-dewa-gede-rai.jpg)