Kabar Seleb
SBY Jalani Pengobatan Terkait Kanker Prostat di Luar Negeri, Annisa Pohan: We Love You Pepo!
Menantu (SBY), Annisa Pohan mengucapkan beberapa kalimat terkait mertuanya yang akan terbang ke luar negeri untuk pengobatan kanker prostat.
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Noviana Windri
TRIBUN-BALI.COM – Menantu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Annisa Pohan mengucapkan beberapa kalimat terkait mertuanya yang akan terbang ke luar negeri untuk pengobatan kanker prostat.
Istri dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini mengunggah foto bersama SBY ketika berziarah ke makam sang ibu mertua Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
Dikutip Tribun-Bali.com dari media sosial Instagram @annisayudhoyono pada Rabu, 3 November 2021, dirinya menulis beberapa kalimat.
“We Love you Pepo! Semoga lancar perjalanan dan perawatannya,” tulisnya.
Selain itu, model yang juga pembawa acara serta aktres berusia 39 tahun itu turut meninta doa untuk kesembuhan sang mertua.
“Foto terakhir hari minggu kemarin, Ziarah ke Makam Memo sebelum hari ini Pepo berangkat. mohon doa kesembuhan untuk Pepo “Susilo Bambang Yudhoyono Bin Soekotjo” sambungnnya.
Unggahan tersebut pun telah mendapatkan like sebanyak 134,057 pengguna akun Instagram.
Dikutip Tribun-Bali.com dari Kompas.TV pada Rabu, 3 November 2021, pada unggahan Annisa Pohan tersebut dibanjiri dengan doa dari kerabat dan followers-nya.
“Semoga Pak SBY diberikan kesembuhan dan kesehatan oleh Allah SWT,” tulis Titi Kamal di kolom komentar.
“Ya Allah sembuhkanlah Bapak,” tulis Nanda Persada.
Baca juga: Presiden RI ke-6 SBY Idap Kanker Prostat, Lapor ke Jokowi Akan Jalani Pengobatan di Luar Negeri
SBY Berobat ke Luar Negeri
Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan mengidap kanker prostat stadium awal.
SBY telah berangkat menuju Minneapolis, Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 2 November 2021 kemarin untuk menjalani pengobatan.
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan bahwa SBY akan menjalani perawatan selama 1,5 bulan di Negeri Paman Sam.
“Cukup lama sih ya, karena memerlukan check-up, kemudian perawatan, check-up lagi, kurang lebih 1,5 bulan,” kata Syarif, Selasa.
Sedangkan Staf Pribadi SBY, Ossy Dermawan mengatakan terkait dengan rencana tersebut, SBY pun telah menyampaikannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Sesuai dengan etika dan tata krama yang dianut Bapak SBY, beliau sudah menelepon Bapak Presiden Jokowi untuk melaporkan rencana berobat ke luar negeri," kata Ossy .
Ossy mengatakan, Presiden Jokowi pun mengirimkan respons baik kepada SBY.
Lebih lanjut, Jokowi menjanjikan akan mengirimkan tim dokter kepresidenan untuk perawatan SBY atas sakitnya.
"Satu dua anggota tim dokter Kepresidenan akan mendampingi dalam pengobatan tersebut," ucap Ossy.
Apa Itu Kanker Prostat?
Baca juga: Presiden RI ke-6 SBY Idap Kanker Prostat, Lapor ke Jokowi Akan Jalani Pengobatan di Luar Negeri
Dikutip dari Mayo Clinic, kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada prostat. Prostat adalah kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani yang memberi nutrisi dan mengangkut sperma.
Dilansir dari Medical News Today, berikut adalah gejala kanker prostat.
- Sering ingin buang air kecil, terutama di malam hari
- Keluar darah melalui urin atau air mani
- Buang air kecil terasa sakit
- Dalam beberapa kasus, ejakulasi terasa sakit
- Sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi
- Rasa sakit atau tidak nyaman saat duduk
Gejala-gejala Kanker Prostat Tahap Lanjutan:
- Nyeri tulang di pinggul, paha, atau bahu
- Pembengkakan di kaki
- Penurunan berat badan Kelelahan
- Perubahan kebiasaan buang air besar
- Sakit punggung
Baca juga: Sebagai National Flag Carrier, Sekarga Optimis Kelangsungan Garuda Indonesia Jika Covid-19 Berlalu
Penyebab Kanker Prostat
Dikutip Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com pada Rabu,3 November 2021, dokter mengatakan bahwa kanker prostat dimulai ketika sel-sel di prostat mengembangkan perubahan dalam DNA mereka.
DNA sel berisi instruksi yang memberitahu sel apa yang harus dilakukan.
Perubahan tersebut memberitahu sel untuk tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel normal.
Sel-sel abnormal terus hidup, ketika sel-sel lain akan mati.
Akumulasi sel-sel abnormal membentuk tumor yang dapat tumbuh untuk menyerang jaringan di dekatnya.
Pada waktunya, beberapa sel abnormal dapat pecah dan menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lainnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/annisa-pohan-dan-suaminya-ahy.jpg)