Kecelakaan Pesawat

Pesawat Rusia Terbakar Setelah Mendarat Darurat di Siberia

Pesawat itu sempat hilang dari radar di luar kota Irkutsk. Demikian menurut kementerian layanan darurat Rusia.

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi. Pesawat kargo Rusia Antonov An-12 yang membawa tujuh orang terbakar setelah mendarat darurat di Siberia pada Rabu 3 November 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, MOSKOW - Pesawat kargo Rusia Antonov An-12 yang membawa tujuh orang terbakar setelah mendarat darurat di Siberia pada Rabu 3 November 2021.

Pesawat itu sempat hilang dari radar di luar kota Irkutsk. Demikian menurut kementerian layanan darurat Rusia.

Pesawat mengalami insiden di dekat desa Pivovarikha, sekitar 4.200 km timur Moskow.

Baca juga: Presiden Putin Akui Situasi Covid-19 di Rusia Sangat Berat, 1.178 Kematian dalam Sehari

Baca juga: China dan Rusia Mendorong PBB Agar Ringankan Sanksi Terhadap Korea Utara

"Upaya pemadaman serta operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung," kata kementerian.

Sumber yang dekat dengan pemerintah setempat menyebutkan bahwa sedikitnya dua orang tewas.

Menurut kantor berita TASS yang mengutip otoritas Belarusia, pesawat merupakan milik perusahaan Grodno asal Belarusia.

Standar keamanan penerbangan Rusia meningkat dalam beberapa tahun belakangan, namun kecelakaan, terutama yang melibatkan pesawat usang di kawasan terpencil, masih kerap terjadi.

Pesawat kargo jatuh di Sudan

Sebelumnya, pesawat kargo kecil jatuh pada Selasa 2 November 2021, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Juba di Sudan Selatan, menurut pihak bandara.

Peristiwa itu menelan lima korban jiwa.

Otoritas mulai menyelidiki insiden yang melibatkan pesawat Antonov-26, yang dioperasikan oleh perusahaan setempat Optimum Aviation, kata dirjen bandara Kur Koul.

Semua korban adalah kru anggota pesawat yang mengangkut drum bahan bakar ke daerah Maban di Negara Bagian Nil Hulu.

Sudan Selatan, yang mengalami konflik yang melemahkan negara itu selama sepuluh tahun terakhir, minim infrastruktur transportasi darat yang bisa diandalkan sehingga memaksa sejumlah kargo diangkut melalui jalur udara. (antara)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved