Palestina
Uni Eropa Membantu Palestina untuk Bayar Gaji Pegawai
Pendapatan Otoritas Palestina menurun lantaran Israel memangkas sebagian penerimaan pajak, yang dikumpulkan atas nama PA.
TRIBUN-BALI.COM, RAMALLAH - Uni Eropa memberikan 18,8 juta dolar AS (sekira Rp269,5 miliar) kepada Otoritas Palestina (PA) untuk membantu membayar gaji dan pensiunan pegawai sektor kesehatan dan pendidikan periode Oktober 2021.
Demikian menurut pernyataan yang disiarkan pada hari Rabu 3 November 2021.
Uang senilai ratusan miliar rupiah itu sudah ditransfer ke Kementerian Keuangan Palestina, kata kantor Uni Eropa di Palestina lewat pernyataan.
Baca juga: Dalam Sidang Umum PBB Presiden Joe Biden Tegaskan Sikap Mendukung Palestina Merdeka
Baca juga: Tahanan Palestina di Israel Kayed al-Fasfous Sudah Mogok Makan Selama 67 Hari
Pejabat PBB belum lama ini mengungkapkan, Otoritas Palestina mengalami krisis keuangan dan hampir mencapai "titik puncak".
Pendapatan Otoritas Palestina menurun lantaran Israel memangkas sebagian penerimaan pajak, yang dikumpulkan atas nama PA.
Pihak Israel mengeklaim bahwa uang itu digunakan untuk membayar tunjangan kepada keluarga warga Palestina yang terbunuh dan tahanan tertentu.
Butuh dukungan psikologis
Sementara itu, lebih dari separuh anak-anak di Jalur Gaza membutuhkan dukungan psikologis.
Demikian menurut Badan Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), Rabu 3 November 2021.
Direktur UNRWA di Gaza, Thomas White, saat pertemuan dengan wartawan setempat di kantornya mencatatkan bahwa "(kondisi) ini merupakan dampak dari ketegangan putaran terakhir di kantong wilayah tersebut pada Mei 2021.
Ia menjelaskan bahwa 9.090 anak baru-baru ini menunjukkan masalah perilaku dan mengalami trauma. Mereka juga telah mendapatkan dukungan psikologis awal.
Pejabat senior PBB mengatakan ketegangan putaran terakhir baru baru ini telah menggerogoti kemajuan ekonomi, yang diproyeksikan 0,3 persen tahun ini di Gaza.
"Kondisi hidup di Jalur Gaza berat, apalagi mengingat tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. Individu yang menerima gaji bulanan harus mendukung dua sampai tiga keluarga besar," kata White.
Lebih dari 2 juta orang di Jalur Gaza memikul kondisi ekonomi yang buruk akibat blokade yang diberlakukan oleh Israel sejak 2007.
Menurut White, UNRWA terus melanjutkan upayanya perundingan dengan para pendonor untuk mulai membangun kembali rumah pengungsi Palestina yang hancur lebur. Ia menambahkan bahwa Jerman setuju untuk mewujudkannya.
Pada 10 Mei 2021, Israel meluncurkan serangan militer selama 11 hari terhadap Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 250 warga Palestina dan 13 warga Israel serta menghancurkan infrastruktur dan rumah warga. (antara)
Artikel lain terkait Palestina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/presiden-uni-eropa-josep-borrell.jpg)