Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Dunia

Update Kasus Covid-19 dari Berbagai Belahan Dunia

Korea Selatan membuka pusat-pusat karantina untuk mengantisipasi ribuan remaja yang tertular Covid-19 jelang ujian masuk perguruan tinggi.

Editor: DionDBPutra
AFP/EDUARDO MUNOZ-Pool/GETTY IMAGES
Presiden AS Joe Biden. Biden mewajibkan vaksinasi Covid-19 bagi karyawan perusahaan AS yang memiliki sedikitnya 100 pekerja atau mereka akan dites setiap minggu. 

TRIBUN-BALI.COM - Berikut ini adalah kabar terbaru tentang pandemi Covid-19 dari berbagai belahan dunia.

Asia-Pasifik

* China bersiaga tinggi di pintu-pintu masuk internasionalnya untuk mengurangi risiko kasus Covid-19 dari luar negeri jelang pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin Beijing sekitar 100 hari lagi.

Baca juga: Hampir Dua Tahun Corona Mewabah di Bali, Tiga Desa di Tabanan Ini Belum Tersentuh Covid-19

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Bali Rabu 3 November 2021: Bertambah 24 Kasus Aktif & 1 Orang Meninggal Dunia

* Korea Selatan membuka pusat-pusat karantina untuk mengantisipasi ribuan remaja yang tertular Covid-19 jelang ujian masuk perguruan tinggi dua pekan lagi.

Timur Tengah dan Afrika

* Afrika Barat dan Tengah bisa mengalami lonjakan kasus HIV dan kematian akibat AIDS dalam beberapa tahun ke depan akibat gangguan pada layanan kesehatan yang terhantam pandemi, kata direktur pelaksana badan AIDS PBB.

Amerika

* Presiden AS Joe Biden mulai 4 Januari 2022 akan mewajibkan vaksinasi Covid-19 bagi karyawan perusahaan AS yang memiliki sedikitnya 100 pekerja atau mereka akan dites setiap minggu.

Langkah itu mendapat tentangan dari gubernur-gubernur partai Republik yang menyebut Biden melangkahi kewenangannya.

Eropa

* Kasus harian Covid-19 di Jerman, Kroasia, Slovenia, dan Slovakia menyentuh rekor tertinggi.

* Kematian harian akibat Covid-19 di Rusia mencapai rekor, sementara total kasus di Ukraina menembus 3 juta dan kasus harian di Polandia mencapai 15.000 untuk pertama kalinya sejak April.

* Jumlah kasus rawat inap Covid-19 di Belgia kembali naik ke level sebelum lockdown pada Oktober 2020.

Amerika Serikat menyarankan pelaku perjalanan untuk menghindari Belgia, negara tempat kantor pusat Uni Eropa dan NATO berada.

* Kasus baru Covid-19 di Austria melonjak mendekati rekor tahun lalu, yang membuka kemungkinan lockdown bagi warga yang belum divaksin ketika pemerintah berusaha meyakinkan masyarakat untuk menerima suntikan.

Perkembangan Medis

* Inggris menjadi negara pertama yang mengizinkan penggunaan obat antivirus Covid-19 yang dikembangkan Merck dan Ridgeback Biotherapeutics.

* Regulator obat Uni Eropa tengah membahas dengan AstraZeneca tentang kemungkinan pemberian izin bagi dosis penguat (booster) vaksin buatan perusahaan itu.

Dampak Ekonomi

* Saham-saham global melesat ke angka tertinggi setelah bank sentral AS memutuskan untuk mulai mengurangi program pembelian obligasi bulan ini.

* Pelonggaran bertahap pembatasan perjalanan internasional di Asia terbukti melegakan operator pariwisata di kawasan itu yang kembali membuka diri bagi pengunjung dari seluruh dunia, dengan satu pengecualian besar: China.

Belgia melonjak lagi

Dari Brussels dilaporkan, Belgia pada Kamis 4 November 2021 melaporkan lonjakan kasus infeksi Covid-19, sementara jumlah pasien yang masuk rumah sakit kembali naik ke level sebelum lockdown pada Oktober 2020.

Data lembaga kesehatan Sciensano Belgia menunjukkan rata-rata 6.729 kasus dilaporkan per hari dalam dua pekan terakhir, naik 36 persen dari pekan sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, rata-rata 164 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit per hari atau naik 31 persen, dan rata-rata 343 pasien Covid-19 masuk ke ruang perawatan intensif per hari.

Belgia menjalani lockdown kedua pada Oktober 2020, beberapa hari setelah mencatat jumlah kasus rawat inap serupa.

Pada Senin 1 November 2021, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memasukkan Belgia ke dalam daftar negara berisiko tertinggi dan meminta pelaku perjalanan internasional yang belum divaksin lengkap untuk tidak mengunjungi negara itu.

"Mengingat situasi terkini di Belgia, bahkan pelaku perjalanan yang sudah divaksin penuh pun mungkin berisiko tertular dan menularkan varian Covid-19," kata CDC.

Anggota Uni Eropa lain yang masuk daftar itu di antaranya adalah Austria, Kroasia, Yunani, dan negara-negara Baltik.

"Saya pikir dengan vaksinasi segalanya akan beres, namun (virus) itu tetap ada," kata Erik Verpuylt, seorang pemasok di Brussels. "Pelan-pelan kita harus menganggap virus corona seperti halnya flu yang parah."

Lebih dari 8,6 juta penduduk atau 74 persen populasi Belgia telah menerima vaksin lengkap sehingga lockdown tidak diberlakukan lagi.

Namun, negara itu telah melonggarkan aturan pemakaian masker dalam beberapa bulan terakhir dan kini menghadapi lonjakan infeksi saat mendekati musim dingin.

"Mayoritas pasien yang dirawat adalah mereka yang belum divaksin atau (hanya) divaksin sekali," kata Inge Neven, manajer krisis yang menangani Covid-19 di Brussels.

"Orang-orang di ruang perawatan intensif hampir semuanya belum divaksin."

Selama pandemi, Belgia menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia. Sebagian besar kematian itu terjadi di panti-panti jompo selama gelombang pertama.  (antara)

Artikel terkait corona di dunia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved