Berita Internasional

Selandia Baru Bakal Akhiri Lockdown di Kota Terbesarnya pada Bulan Ini

Varian yang dikenal dengan tingkat penularannya yang tinggi ini berkembang di Selandia Baru hingga mencapai lebih dari 4.500 kasus

Editor: Wema Satya Dinata
DAVID ROWLAND / AFP
Pengujian dilakukan oleh petugas kesehatan di stasiun pengujian COVID-19 di Taman Eden, Stadion Olahraga Nasional, di Auckland, Selandia Baru pada 14 Agustus 2020. 

TRIBUN-BALI.COM - Selandia Baru akan mengakhiri lockdown atau penguncian di kota terbesarnya, Auckland kemungkinan pada bulan November ini.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan, pembatasan juga akan dilonggarkan mulai Selasa.

Auckland dikunci selama hampir tiga bulan karena penyebaran Covid-19 varian delta.

Varian yang dikenal dengan tingkat penularannya yang tinggi ini berkembang di Selandia Baru hingga mencapai lebih dari 4.500 kasus.

Baca juga: Selandia Baru Laporkan Kematian Pertama Penerima Vaksin Pfizer, Moderna Tercemar di Jepang

Sedikitnya ada 150 kasus infeksi baru setiap harinya selama sepekan terakhir ini.

PM Ardern pada Senin (8/11/2021) mengatakan, tingkat vaksinasi anak berusia 12 tahun ke atas meningkat di Auckland sehingga pembatasan akan dikurangi.

"Auckland mencapai 90% dosis pertama dan 80% dosis kedua selama akhir pekan, dan sekarang tinggal hitungan minggu lagi dari 90% dosis ganda," kata Ardern, dikutip dari AP News.

"Jadi, sementara kami menaikkan tingkat vaksinasi itu, kami melonggarkan pembatasan," jelasnya.

Mulai Selasa (9/11/2021), toko ritel dan mal di Auckland boleh beroperasi kembali.

Fasilitas umum lainnya seperti perpustakaan, museum, dan kebun binatang juga dibuka.

Pertemuan di luar ruangan lebih dilonggarkan dari maksimal 10 orang menjadi 25 orang.

Namun gym dan bioskop akan tetap tutup dan warga Auckland masih harus bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Ardern sebelumnya mengatakan, Auckland akan segera keluar dari penguncian dan masuk ke sistem penilaian risiko Covid-19 baru.

Sistem itu menggunakan indikator warna merah, oranye, dan hijau untuk menandakan risiko penyebaran virus.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Australia Melonjak, Selandia Baru Minta Warga Negaranya Segera Pulang 

Kendati demikian, itu akan dilakukan setelah 90% orang yang memenuhi syarat divaksinasi sepenuhnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved