Afghanistan

Empat hingga Lima Ribu Warga Afghanistan Menyeberang ke Iran Saban Hari

NRC mengatakan sebanyak 300.000 warga Afghanistan telah menyeberangi perbatasan sejak kemenangan Taliban.

Editor: DionDBPutra
AFP/LAILA MATAR / NRC
Foto yang dirilis Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) pada 10 November 2021, menunjukkan Direktur Jenderal NRC Jan Egeland (kiri), berbicara dengan anggota keluarga pengungsi Afghanistan yang melarikan diri ke Iran dari Afghanistan lebih dari 30 tahun lalu. Mereka jalani hidup di pemukiman Bardsir di provinsi Kerman selatan bersama delapan anak. 

TRIBUN-BALI.COM, KABUL - Sebanyak 4.000 hingga 5.000 warga Afghanistan menyeberang ke Iran setiap hari sejak Taliban menduduki Kabul pada Agustus 2021.

Demikian kelompok bantuan Norwegian Refugee Council (NRC) pada Rabu 10 November 2021.

NRC mengatakan sebanyak 300.000 warga Afghanistan telah menyeberangi perbatasan sejak kemenangan Taliban.

Baca juga: Krisis Kemanusiaan Menjadi Fokus Utama saat KTT G20 Afghanistan

Baca juga: Doa Bersama untuk Ibu Jubir Taliban di Masjid Eid Gah Kabul Afghanistan Diserang Bom

Kelompok bantuan itu menyerukan lebih banyak dukungan internasional untuk Iran yang sedang bergulat dengan krisis ekonomi yang dalam.

"Iran tidak dapat diharapkan menjadi tuan rumah begitu banyak warga Afghanistan dengan begitu sedikit dukungan dari masyarakat internasional," kata Sekretaris Jenderal NRC Jan Egeland dalam sebuah pernyataan.

"Harus ada peningkatan bantuan segera, baik di Afghanistan maupun di negara-negara tetangga seperti Iran, sebelum musim dingin yang mematikan."

Kemenangan mengejutkan Taliban saat pasukan Amerika Serikat terakhir bersiap untuk meninggalkan Afghanistan telah mendorong eksodus massal para pejabat pemerintah dukungan Barat dan warga Afghanistan yang berisiko.

Berakhirnya dukungan internasional secara tiba-tiba dan pembekuan aset bank sentral Afghanistan yang disimpan di luar negeri juga telah mendorong negara itu mendekati keruntuhan ekonomi, meningkatkan kekhawatiran akan krisis pengungsi seperti eksodus dari Suriah pada 2015 yang mengguncang Eropa.

Iran dan Pakistan bersama-sama menampung sekitar 90 persen dari 5 juta warga Afghanistan yang mengungsi di luar negeri, meskipun tidak semuanya dihitung sebagai pengungsi.

"Kami memuji Iran karena menyambut dan menampung jutaan pengungsi Afghanistan selama empat dekade terakhir. Tetapi sekarang komunitas internasional harus melangkah untuk mendukung negara-negara tetangga Afghanistan," kata Egeland.

Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sebanyak 22,8 juta orang --lebih dari setengah dari 39 juta penduduk Afghanistan-- menghadapi kerawanan pangan akut dibandingkan dengan 14 juta warga dua bulan lalu.

Perbatasan Lithuania dalam keadaan darurat

Sementara itu, Parlemen Lithuania pada Selasa 9 November 2021 mengumumkan status keadaan darurat di perbatasan negara itu dengan Belarus dan di kamp-kamp yang menampung para migran yang datang dari Belarus.

Keadaan darurat di perbatasan Lithuania-Belarus dimulai pada tengah malam waktu setempat pada malam Selasa hingga Rabu dan berlangsung selama sebulan.

Status keadaan darurat itu memungkinkan para penjaga perbatasan menggunakan "pemaksaan mental" dan "kekerasan fisik proporsional" untuk mencegah para migran memasuki Lithuania.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved