Berita Denpasar
Perjalanan Bayu Putra Bekerja di Dunia Pariwisata, Dari Kitchen Staff Kini Reservation Officer
Kecintaannya akan dunia pariwisata membuat Bayu Putra Perdana bekerja sebagai penyedia fast boat di Pelabuhan Sanur
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kecintaannya akan dunia pariwisata membuat Bayu Putra Perdana bekerja sebagai penyedia fast boat di Pelabuhan Sanur, Kota Denpasar, Bali.
Fast boat Semabu Hills yang ia kelola itu melayani penyeberangan dari Pelabuhan Sanur ke Nusa Penida, begitu pun sebaliknya.
Selama dua tahun, pekerjaan yang ia geluti tersebut mampu mengubah pandangannya terhadap dunia.
Ia bertemu dengan berbagai kalangan manusia dari segala penjuru dunia.
Baca juga: Pesona Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa Penida Klungkung, Pasir Putih dan Air Laut Jernih
Mulanya, Bli Bayu sapaan akrabnya bekerja di bagian dapur di sebuah hotel di Kawasan Sanur.
Selama 7 tahun ia bekerja sebagai kitchen staff di hotel maupun vila.
Namun sebelum pandemi, ia memutuskan berhenti dan bekerja di Pantai Sanur sebagai reservation officer fast boat.
Alasan ia berhenti karena sering melihat teman-temannya asyik bekerja di pantai, sehingga membuatnya ingin mencoba.
Sebelum bekerja di Semabu Hills, ia menjadi relawan koki saat ada pembagian nasi gratis di wilayah Sanur.
Dari situ, ia dibayar Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu untuk sekali masak.
Karena memang ia hobi masak sehingga ia melakukannya dengan cinta dan kasih, tak peduli berapa yang ia dapatkan.
“Kemudian saya bekerja di Semabu mulanya tidak langsung reservation officer, tapi saya tukang angkat barang-barang penumpang.
Itu saya lakukan sekitar 1,5 tahun,” kata Bayu saat ditemu Tribun Bali, Selasa 9 November 2021.
Dari tukang angkat barang, ia kemudian diangkat menjadi reservation officer, dengan gaji tetap per bulannya.
Baca juga: Terkait Karantina Wisman 3 Hari, Pelaku Pariwisata Bali: Mereka Ingin Enjoy, Happy dan Tidak Ribet
“Jadi saya tidak sampai dirumahkan karena saya berhenti dari hotel sebelum pandemi, tapi dampaknya waktu saya sudah kerja di pantai,” tambahnya.
Selama masa pandemi ditambah lagi aturan pemerintah yang ketat, pelaku pariwisata termasuk Bayu kebingungan.
Tidak ada tamu yang berkunjung ke Bali, apalagi sampai menyeberang ke Nusa Penida membuat mereka tidak punya pemasukan.
Namun, masa sulit itu mampu ia atasi bersama manajemen Semabu Hills.
Hingga hari ini, per harinya setidaknya 200 orang menyeberang sekali keberangkatan menggunakan Semabu Hills menuju Nusa Penida.
Lelaki kelahiran tahun 1996 ini tidak menyesal meninggalkan pekerjaannya dahulu.
Karena ia lebih mencintai pekerjaannya sekarang yang langsung bertemu dengan orang banyak.
Pria asal Sanur ini menerapkan ilmu dan komunikasi yang ia pelajari lebih banyak pada pekerjaannya sekarang.
Bertemu dengan wisatawan domestik maupun mancanegara mengharuskan Bayu mengerti bahasa yang sesuai untuk dijadikan alat komunikasi.
Secara umum, ia mampu menguasai bahasa Inggris.
Baca juga: Kisah Komang Darma, Dari Pekerja Pariwisata Banting Setir Menyewakan Ban Karakter di Pantai Berawa
Umumnya para wisman yang dahulu ingin menyeberang ke Penida sering booking lewat web official Semabu Hills.
Namun, karena pandemi, tamu sudah tidak lagi ramai seperti dulu.
Bayu pun mengatakan biasanya wisatawan reservasi melalui whatsApp maupun akun sosial media Semabu Hills.
Ia pun menerapkan keramahan dan loyalitas agar wisatawan ataupun customer setia Semabu Hills tidak berpaling.
Menyambut hangat penumpang yang datang dari Nusa Penida ke Sanur.
Ia dan teman-temannya ikut turun membantu penumpang Semabu Hills.
“Hal ini saya lakukan karena kualitas layanan itu diperlukan dalam dunia pariwisata.
Jika kita memberikan service yang baik pasti wisatawan akan kembali menggunakan jasa kita, itu yang saya terapkan,” tuturnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bayu-putra-perdana-pekerja-pariwisata.jpg)