Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Jembrana

Bikin Geger, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Mendoyo Jembrana

Seorang warga di Desa Pergung Kecamatan Mendoyo, I Nengah S, 59 tahun, ditemukan meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi mayat. Direktur Indomaret, Yan Bastian meninggal dunia dalam kecelakaan maut di ruas B kilometer 92.900, Tol Cipularang, Desa Cibodas, Purwakarta. Truk kontainer terguling lalu menimpa minibus Hyundai yang dikendarai Yan Bastian 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Seorang warga di Desa Pergung Kecamatan Mendoyo, I Nengah S, 59 tahun, ditemukan meninggal dunia.

Tragis, pria paruh baya itu nekat mengakhiri hidup dengan tak wajar.

Penyebabnya, diketahui karena mengalami sakit typus dan asam lambung yang menahun. 

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Made Karsa mengatakan, peristiwa itu diketahui Kamis 11 November 2021, sekitar pukul 05.30 Wita.

Dimana korban diketahui tergantung di pohon cokelat atau kakao.

Baca juga: Orang yang Tak Divaksin 16 Kali Lebih Berisiko Dirawat atau Meninggal Dunia

Baca juga: BREAKING NEWS: Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Penginapan Wilayah Sanur Kauh Denpasar

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Bali 8 November 2021: Bertambah 8 Positif, 33 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Awalnya sendiri, pada Rabu 10 November tepat pada perayaan Galungan, dari keterangan beberapa saksi, bahwa korban sekitar pukul 19.00 Wita mengeluh sakit kepala atau pusing.

Kemudian, saksi hendak merujuk kerumah sakit namun korban tidak mau.

“Dari keterangan saksi memang korban sudah menderita sakit typus dan asam lambung selama 18 tahun,” ucapnya, Kamis 11 November 2021.

Dijelaskannya, bahwa sebelum kejadian, setelah mengeluh sakit, sekira pukul 21.00 Wita korban tidur dikamar terpisah dengan saksi.

Esok harinya, atau hari ini Kamis 11 November 2021 sekira pukul 05.30 Wita saat saksi hendak membuang sampah di belakang rumahnya.

Kemudian saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dikebun di pohon coklat atau kakao.

Saksi tergantung dengan menggunakan tali pelastik Hijau, kemudian saksi langsung meminta bantuan warga sekitar mengecek keadaan korban.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh saksi bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Atas peristiwa ini pihak keluarga meminta tidak dilakukan autopsi dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah,” bebernya. 

Baca juga: KABAR DUKA, Ketua PKB Denpasar H. Syafii Meninggal Dunia

Baca juga: 5 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang di Kota Batu Jawa Timur

Baca juga: KRONOLOGI Kecelakaan di Tol Cipali: Prof Gede Suparta Meninggal, Baru Dilantik Jadi Dekan Fapet UGM

Karsa menambahkan, dari hasil olah TKP oleh tim INAFIS Polres Jembrana dan hasil pemeriksaan dari tim Puskesmas I Mendoyo sendiri, tinggi korban 155 cm, lingkar leher 26 cm, bekas jeratan pada leher, dari anus keluar kotoran, dari kelamin keluar sperma, kaku mayat, tidak ada pendarahan, tidak terdapat luka lebam dan baju batik plus celana pendek warna abu-abu.

DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved